Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kang Dalbo Ruwet, Yu Minthul Mumet

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 11 Juli 2025 | 20:12 WIB
Photo
Photo

 

Kang Dalbo pancen wong lanang sing mendo. Uripe wes penak, anak dan bojo lengkap. Harta benda juga enek. Eh masih mencari kebahagiaan di tempat yang salah. Deweke masih sering bermain ke tempat karaoke dan menyewa lady companion alias purel.

Wis anak loro sik kakean polah. Rupa ga sepira, kok yo sik dolanan purel,” omel Yu Minthul, tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya.

Menikah selama 5 tahun tentu banyak suka dan duka yang telah dilewati oleh Kang Dalbo dan Yu Minthul. Pasang surut dalam rumah tangga sudah menjadi makanan kesehariannya. Meskipun Yu Minthul sudah mengetahui kelakuan jelek Kang Dalbo sejak sebelum menikah.

Kang Dalbo lelaki yang sangat labil. Terkadang bisa berubah menjadi lebih baik. Tapi lek wis kumat angel diobati.

Awal-awal rabi deweke gati karo keluargane. Gak enek ceritane dolanan wedokan. Mbuh kok malih kumat apa sebabe,” lanjut Yu Minthul.

Tidak ada asap jika tidak ada api. Masalah antara Kang Dalbo dan Yu Minthul menjadi besar setelah suaminya sering keluar malam dan tidak pulang ke rumah.

Tentu itu menyayat hati Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Dia sudah rela menerima masa lalu buruk suaminya. Tetapi ternyata perubahan itu hanya sementara.

Jenenge wong lanang. Godaan e ya wedokan. Ngunu kuwi contone yen ora kuat iman,” gerutu Yu Minthul.

Entah apa yang membuat Kang Dalbo bisa kembali seperti dulu. Yang jelas kelakuan Kang Dalbo lima bulan terakhir ini berbeda saat awal pernikahan. Waktunya sering dihabiskan di luar rumah.

Bahkan pernah ada wedokan sing golek pertanggungjawaban ning omah. Peh! Kebangeten tenan Kang Dalbo iku.

Wes ra kuat aku bertahan, pisan pindo ora papa. Iki wes bola bali,” tutur Yu Minthul sembari meneteskan air mata.

Nalika konangan berbuat salah Kang Dalbo selalu njaluk sepura. Itulah sing gawe Yu Minthul masih bertahan ketika mergoki bojone gandeng wedokan liya.

Di sisi lain, sikap pemaaf Yu Minthul ini dimanfaatkan Kang Dalbo untuk terus mengulangi kesalahan yang sama.

Rasa sakit hati Yu Minthul wis ora bisa ditahan. Dia lebih memilih mengakhiri rumah tangganya yang dibangun selama 5 tahun. “Daripada aku mumet merga pikiran mending menjanda golek liyane,” pungkas Yu Minthul dengan raut muka geram. (la/fud)

 

Kang Dalbo pancen wong lanang sing mendo. Uripe wes penak, anak dan bojo lengkap. Harta benda juga enek. Eh masih mencari kebahagiaan di tempat yang salah. Deweke masih sering bermain ke tempat karaoke dan menyewa lady companion alias purel.

Wis anak loro sik kakean polah. Rupa ga sepira, kok yo sik dolanan purel,” omel Yu Minthul, tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya.

Menikah selama 5 tahun tentu banyak suka dan duka yang telah dilewati oleh Kang Dalbo dan Yu Minthul. Pasang surut dalam rumah tangga sudah menjadi makanan kesehariannya. Meskipun Yu Minthul sudah mengetahui kelakuan jelek Kang Dalbo sejak sebelum menikah.

Kang Dalbo lelaki yang sangat labil. Terkadang bisa berubah menjadi lebih baik. Tapi lek wis kumat angel diobati.

Awal-awal rabi deweke gati karo keluargane. Gak enek ceritane dolanan wedokan. Mbuh kok malih kumat apa sebabe,” lanjut Yu Minthul.

Tidak ada asap jika tidak ada api. Masalah antara Kang Dalbo dan Yu Minthul menjadi besar setelah suaminya sering keluar malam dan tidak pulang ke rumah.

Tentu itu menyayat hati Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Dia sudah rela menerima masa lalu buruk suaminya. Tetapi ternyata perubahan itu hanya sementara.

Jenenge wong lanang. Godaan e ya wedokan. Ngunu kuwi contone yen ora kuat iman,” gerutu Yu Minthul.

Entah apa yang membuat Kang Dalbo bisa kembali seperti dulu. Yang jelas kelakuan Kang Dalbo lima bulan terakhir ini berbeda saat awal pernikahan. Waktunya sering dihabiskan di luar rumah.

Bahkan pernah ada wedokan sing golek pertanggungjawaban ning omah. Peh! Kebangeten tenan Kang Dalbo iku.

Wes ra kuat aku bertahan, pisan pindo ora papa. Iki wes bola bali,” tutur Yu Minthul sembari meneteskan air mata.

Nalika konangan berbuat salah Kang Dalbo selalu njaluk sepura. Itulah sing gawe Yu Minthul masih bertahan ketika mergoki bojone gandeng wedokan liya.

Di sisi lain, sikap pemaaf Yu Minthul ini dimanfaatkan Kang Dalbo untuk terus mengulangi kesalahan yang sama.

Rasa sakit hati Yu Minthul wis ora bisa ditahan. Dia lebih memilih mengakhiri rumah tangganya yang dibangun selama 5 tahun. “Daripada aku mumet merga pikiran mending menjanda golek liyane,” pungkas Yu Minthul dengan raut muka geram. (la/fud)

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#peh radar kediri