Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ipar Maut Bikin Rumah Tangga Semrawut

Hilda Nurmala Risani • Rabu, 11 Juni 2025 | 14:30 WIB

 

Ilustrasi wanita menangis
Ilustrasi wanita menangis

Kang Dalbo pancen wong lanang tak tahu diuntung. Uripe wes kepenak karena segala keinginannya bisa terwujud.

Istri salehah, karir bagus, dan anak cantik. Namun ternyata itu semua tidak membuatnya puas. Deweke masih tergoda dengan adik kandung dari istrinya sendiri.

Wis tertata kabeh sak sembarange. Urip kari lurus-lurus wae eh malah polah,” omel Yu Minthul tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya.

Rabi selama lima tahun tak cukup gawe Yu Minthul ngerti watak sang bojo. Sebab selama iki rumah tangganya seolah apik-apik wae.

Suami yang setia dan selalu ada untuk keluarganya. Hingga finansial yang cukup untuk memenuhi segala kebutuhan.

Kang Dalbo pun bekerja sebagai pendidik. Yang tentu harus mengajarkan kebaikan kepada siswanya. Itu juga yang membuat Yu Minthul mau dirabi sang pujaan hati.

Deweke iku dadi cah lanang alus lan tanggung jawab. Wong wedok mana sing ora trenyuh dengan sikapnya,” lanjut Yu Minthul.

Tidak ada asap jika tidak ada api. Masalah antara Kang Dalbo dan Yu Minthul menjadi besar setelah suaminya selingkuh dengan adiknya sendiri.

Itu terjadi karena perempuan asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri sering pergi ke luar kota mengurus bisnisnya.

“Sering tak tinggal di rumah berdua. Gak pernah kepikiran mereka sebejat kuwi,” gerutu Yu Minthul yang menyayangkan kelakuan adik kandungnya.

Entah apa yang membuat Kang Dalbo bisa senekat itu. Yang jelas kelakuan Kang Dalbo ini berbeda dengan awal kenal. Adik kandung Yu Minthul yang seharusnya dilindungi justru dirusak mahkotanya.

Ngene iki aku ngerasa dadi mbak yu ora becus. Tapi piye maneh nasi sudah menjadi bubur,” tutur Yu Minthul sembari menunjukkan raut muka geram.

Semenjak ketahuan dolanan ning mburi, adik kandung Yu Minthul  tidak langsung njaluk sepura dan mengakui kesalahannya. Deweke justru nesu-nesu dan menyalahkan Yu Minthul.

Tentu iku gawe atine Yu Minthul semakin nelangsa. Adik sing digateni sejak kecil justru tega merebut kebahagiaan Yu Minthul dan anaknya.

Daripada tambah stress, Yu Minthul pun milih pegatan. Deweke wis ora bisa memaafkan kelakuan sang bojo dan adiknya.

Mesakne anakku lek kudu nyawang ibune nangis wae. Mending ndang dibarne, lanjut menyusun kehidupan yang baru,” pungkas Yu Minthul dengan nada penuh harapan. (*)

 

Editor : Mahfud
#pegatan #selingkuh