Dasar watak Kang Dalbo wis owah. Kebiasaannya dolanan wong wedok ora bisa sembuh. Meskipun sudah rabi alias menikah dengan Yu Minthul. Bukannya berkurang, malah semakin menjadi-jadi.
Sebenarnya, ketika pacaran dulu, Yu Minthul wis merasa bahwa tabiat Kang Dalbo buruk. Seneng obral rayuan gombal neng banyak wanita.
“Aku ya klepek-klepek mergane oleh rayuan kayak kuwi,” ucap wanita asal salah satu desa di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri ini.
Kebetulan, Kang Dalbo ora mung pinter ngrayu. Dia juga memiliki tubuh yang atletis. Ora usah heran yen ada banyak wanita sing tergila-gila. Apa maneh, dia juga pinter dalam menaklukkan hati wanita. Setiap incarannya selalu dilakukan dengan cara berbeda.
Sebenarnya, Yu Minthul wis ogah menerima cinta Kang Dalbo. Meskipun rayuan datang bertubi-tubi, dia berusaha tak terpengaruh. Sifat Kang Dalbo yang don juan membuatnya hati-hati.
“Aku kuwi lara ati yen diselingkuhi. Dadi ya ati-ati tenan,” akunya.
Tapi, sekuat batu karang bertahan toh akan berlubang diterjang ombak. Seperti itu pula yang terjadi pada diri Yu Minthul. Hatinya lama-lama melunak. Kemudian dengan pasrah menerima cinta si playboy.
Selama setahun pacaran, Kang Dalbo tetap saja menunjukkan sifatnya yang suka merayu wanita. Termasuk neng kanca sekantornya. Namun, hal itu masih dianggap biasa oleh Yu Minthul. Merasa mung sifat saja. Yang akan berubah ketika dia menikah nanti.
Tapi, harapan tinggal harapan. Setelah keduanya menikah, bukannya menjadi baik, eh sifat seneng selingkuh Kang Dalbo tambah ndadi. Perilaku yang tidak muncul saat berpacaran tiba-tiba keluar semua.
“Biyen pas pacaran, deweke mung chattingan ambek wong wedok liya. Saiki, bar rabi, malah dijak janjian ketemu. Apa ora gatelne ati kuwi?” omelnya.
Tentu saja hal itu membuat Yu Minthul nesu. Nanging, justru membuat Kang Dalbo semakin menjadi. Dia bahkan sering ora mulih bar tukaran dengan bojone.
Awalnya Yu Minthul ingin mempertahankan rumah tangganya. Ora pingin pegatan. Nanging, setelah masuk tahun kelima pernikahan, dia ora kuat. Sebab, banyak aduan yang masuk tentang perselingkuhan bojone.
Lama-lama Rani merasa sudah tidak ada yang perlu dipertahankan. Terlebih dia juga belum memiliki anak. Sehingga dia memilih untuk bercerai meskipun Angga sering kali menolak.
“Saben tak jak pegatan mesti ora gelem. Nanging terus selingkuh wae. Ya mending pegatan wae,” tutup Minthul dengan nada ketus.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira