Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dilema Yu Minthul Urip Bareng Maratuwa

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 31 Januari 2025 | 16:24 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Berkomitmen untuk menjalin rumah tangga, berarti bukan lagi tentang hubungan antara dua orang semata.

Melainkan harus bisa menerima keluarga pasangan sebagai keluarga barunya. Hal itu juga disadari oleh Yu Minthul.

Karenanya, begitu menerima pinangan Sudrun, dia berusaha sepenuh hati untuk bisa membaur dengan keluarga suaminya itu.

Namun, agaknya upaya perempuan asal Tulungagung itu tidak mudah.

Wis sejak manten anyar sampek saiki lek ngomong karo aku mesti ora penak,” kata Yu Minthul tentang Mbok Menik, mertuanya.  

Hubungan Yu Minthul dengan Sudrun memang penuh perjuangan.

Sejak pacaran, Mbok Menik sudah menentang hubungan mereka. Ibu Sudrun itu menolak dengan berbagai alasan.

Namun, Sudrun sudah kadung cinta sekonyong-konyong koder dengan Yu Minthul.

Pria yang tinggal di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu pun bersikeras untuk tetap menikahinya.

Bahkan, dia mengancam tidak akan menikah jika tidak dengan Yu Minthul.

Ketegasan Sudrun dalam mempertahankan hubungan, akhirnya membuat Mbok Menik melunak.

Dia bersedia memberikan restu. Sudrun pun bisa meminang Yu Minthul.

Namun, perjuangan pasangan ini agaknya masih panjang. Sebab, restu setengah hati yang diberikan Mbok Menik membuat Sudrun dan Yu Minthul belum bisa bahagia sepenuhnya.

“Memang wis diolehi rabi tapi syarate aku kudu pindah neng Kediri. Demi bojoku aku wis gelem. Ternyata sik panggah urung cukup,” keluh Yu Minthul yang tiga tahun tinggal di Mojoroto.

Tinggal di rumah mertua, Yu Minthul langsung diberi peraturan yang ketat.

Sadar jika dirinya hidup menumpang, dia juga tidak banyak protes. Selain disibukkan dengan aktivitasnya bekerja, Yu Minthul masih harus mengurus rumah.

Mulai menyiapkan makan hingga bersih-bersih rumah.

Lek cuma ngresiki omah wis ora masalah. Neng Tulungagung aku sabendino ya resik-resik omah pisan. Tapi saiki tertekan,” terangnya.

Usaha Yu Minthul yang sudah pol-polan menjalankan peran sebagai istri itu nyatanya belum bisa membuat Mbok Menik senang.

Ada saja hal yang membuat mertuanya itu marah. Mengkritik. Bahkan langsung melontarkan kata-kata yang membuat panas telinga.

Misalnya saat Yu Minthul menerima kiriman paket belanja online, Mbok Menik pasti langsung marah-marah.

Jarene pemborosan. Aku dikongkon hemat. Tapi lek deweke tak tukokne pisan ya meneng wae. Seneng,” keluh Yu Minthul lagi.

Yang lebih membuat Yu Minthul gerah adalah kelakuan Mbok Menik yang menurutnya tidak masuk di akal.

Termasuk, perbuatannya yang secara tersirat seolah tidak mau kalah dengan menantunya dalam berbagai hal.

Misalnya saja dalam hal berdandan. Suatu kali dia pernah menghadiri hajatan dengan ibu mertuanya itu.

Sejak awal Mbok Menik sudah berpesan agar Yu Minthul tidak perlu berdandan berlebihan.

Namun, saat berangkat ternyata dandanan Mbok Menik justru lebih mewah dan glamor. Peh!

Perilaku sang mertua yang selalu memojokkan Yu Minthul itu lantas diadukan kepada sang suami.

Di luar nalar, Sudrun hanya menenangkan istrinya dengan meminta bersabar.

Lek ngene terus-terusan kan aku sing klenger. Bojoku malah santai,” ungkap Yu Minthul yang sudah tidak betah lagi tinggal dengan mertuanya.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #serumah dengan mertua #menantu dan mertua #tinggal dengan mertua #peh #jawa pos #masalah rumah tangga