JP Radar Kediri - Merasa cinta sekonyong-konyong koder dengan Sudrun, Yu Minthul langsung mengiyakan ajakan menikah pacarnya itu tiga tahun lalu.
Namun, ternyata rasa cinta saja tidak cukup sebagai bekal membina rumah tangga.
Perlu sikap saling pengertian, saling memahami satu sama lain sebagai perekatnya. Ketika bumbu-bumbu itu tidak ada, Yu Minthul pun memilih menyudahi ikatannya alias pegatan.
“Aku wis ra kuat batin. Fisik ya wis kesel tenan. Timbang aku stres ya lebih baik pegatan,” aku Yu Minthul menceritakan kandasnya rumah tangga yang dibina dengan Sudrun.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Sudrun. Pria yang dikenalkan oleh sepupunya itu merupakan pria yang baik.
Demikian pula dengan keluarganya. Sikapnya yang perhatian membuat Yu Minthul kepincut. Apalagi, dia juga memiliki pekerjaan mapan.
Karenanya, begitu Sudrun meminang dirinya, Yu Minthul langsung hooh saja. Meski mereka baru kenal selama dua bulan, Yu Minthul sudah merasa mantap melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Namun, sikap asli Sudrun baru terlihat setelah mereka menikah.
Pria yang semula perhatian itu berubah menjadi orang yang kaku.
“Aku wis ora duwe hak berpendapat. Pokoke kudu manut omonge bojoku,” lanjut Yu Minthul.
Menjadi istri, Yu Minthul harus bangun sebelum Subuh untuk menyiapkan sarapan suaminya. Demikian pula menu untuk mertuanya.
Saking totalitasnya menjalani peran sebagai istri, perempuan berusia 30 tahun itu rela keluar dari pekerjaannya.
“Ya didesak pisan karo bojoku. Jarene dikongkon nek omah wae. Wis dicukupi kebutuhane,” kenangnya.
Rupanya Sudrun tidak suka Yu Minthul bekerja di luar rumah. Setiap kali sang istri berada di kantor, pikirannya selalu negatif. Ada saja hal yang jadi pemicu permasalahan.
Belakangan masalah baru muncul. Setelah Yu Minthul keluar dari pekerjaannya, Sudrun tidak pernah memberikan gaji kepada istrinya. Melainkan justru menyetor gaji kepada sang ibu.
“Lek aku butuh apa-apa, kudu minta ke mertuaku. Jarene lek tak cekel dewe dadine boros. Apa nggak muntab aku,” tutur Yu Minthul kesal.
Beruntung, dia masih memiliki uang tabungan dari gaji lamanya. Uang itu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Yu Minthul.
Termasuk membeli baju, peralatan make up, dan kebutuhan lainnya.
Yang membuat Yu Minthul semakin emosi, meski dia tidak meminta uang kepada suaminya untuk membeli barang-barang itu, ternyata mertuanya tetap nyinyir.
“Wis pegel tenan aku. Wis belanja nggawe duitku dewe sik disindiri wae,” urainya.
Kesabaran Yu Minthul habis karena ternyata adik iparnya juga berulah. Dia sering meminta barang-barang pribadi Yu Minthul.
Sialnya, Sudrun meminta agar istrinya itu rela hati memberikan.
Peh! “Wis ora kuat aku. Pokoke kudu pegatan. Cukup sakmene wae,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah