JP RADAR KEDIRI- Kang Dalbo ora habis pikir. Apa sing ana neng pikirane Yu Minthul, bojone. Yen masalah harta, sakjane ya ora kurang. Memang, dia pernah sakit akibat kecelakaan. Yang membuat bojone kuwi lunga neng luar negeri.
Tapi, sekarang sudah tidak lagi. Sudah bisa bekerja seperti biasa. Tapi, tetap saja sing wedok pergi meninggalkan dia dan anak-anaknya.
Kisah wong wedok minggat ini terjadi di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Menimpa keluarga sing, dulunya, harmonis dan bahagia. Keluarga Kang Dalbo, Yu Minthul, dan tiga anak-anaknya.
Keluarga Kang Dalbo tergolong mampu. Penghasilannya sebagai kepala keluarga lebih dari cukup untuk hidup di atas rata-rata.
Nanging, roda memang berputar. Demikian pula dengan nasibe Kang Dalbo. Suatu saat dia ketiban sial, kecelakaan kerja. Membuatnya harus cuti kerja untuk beberapa lama.
Nah, akibat cuti kerja kuwi, penghasilannya pun menurun drastis. Sing biasane sak wulan turah, sekarang dadi cupet.
Di buat setengah bulan wae wis ora nutut. Akhirnya, Yu Minthul berinisiatif golek penggawean. Ben bisa nambah pendapatan.
Nah, yang dituju adalah kerja neng luar negeri. Maklum, cara bayaran ya jelas luwih akeh tinimbang neng negarane dewe. Akhirnya, terbanglah Yu Minthul neng luar negeri. Dadi tekawe.
Bener wae, begitu kerja Yu Minthul bisa ngirim duwit. Jatah kiriman pertamanya tak hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi bisa gawe menabung, persiapan biaya sekolah anak-anak.
Situasi terus membaik setelah itu. Seiring kembali membaiknya kondisi kesehatan Kang Dalbo. Membuatnya bisa kembali masuk kerja. Pendapatannya pun pulih kembali.
Tapi, keharmonisan keluarga ini ternyata tak bisa kembali seperti sedia kala. Masalahe, Yu Minthul ternyata ogah mulih.
Padahal, ambek bojone wis disuruh pulang karena kondisi keuangan sudah tak bermasalah lagi.
Bahkan, tak sekadar ora gelem mulih. Yu Minthul mulai jarang menghubungi keluargane.
Bila awalnya setiap pulang kerja selalu telepon, kini jadi seminggu sekali. Kemudian sebulan sekali. Hingga akhirnya ora pernah lagi telpon-telponan.
Awalnya, Kang Dalbo sabar. Tapi, setelah belasan tahun menunggu dia pun merasa geram. Akhirnya, dengan terpaksa dia menalak bojone kuwi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah