Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wis Ora Disayang, Akhire Dibuang

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 7 Oktober 2024 | 18:34 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri- Pernikahan Yu Minthul dan Sudrun kali ini bisa jadi pelajaran bersama. Bahwa dalam sebuah rumah tangga, sikap saling menghargai dan memahami satu sama lain adalah fondasi penting keluarga. Jika tidak, pernikahan yang seharusnya menjadi hubungan sehidup semati, hanya bisa bertahan seumur jagung.

Kisah cinta Sudrun dan Yu Minthul bersemi sejak 2014 silam. Tepatnya saat mereka masih berstatus mahasiswa. Empat tahun pacaran Yu Minthul dan Sudrun sing wis saling sayang, mantap untuk naik ke pelaminan.

Mereka pun menikah pada Maret 2018 silam. “Deweke kakak angkatanku nek kampus,” ungkap perempuan asal salah satu kelurahan di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu.

Pacaran selama empat tahun, Yu Minthul merasa sudah mengenal Sudrun luar dan dalam. Selain tampan, Sudrun yang mengikuti banyak organisasi di kampus juga pintar bergaul.

Sikapnya itu membuat dia menjadi cowok populer dan idaman di kampus. “Sapa sing ora bangga bisa karo cowok idaman nek kampus,” kenang Yu Minthul.

Sebenarnya, di dua tahun pertama pacarana, Yu Minthul sempat kaget melihat kebiasaan Sudrun yang menurutnya aneh. Yakni, dia senang merusak barang pribadinya dengan cara memukul hingga rusak jika sedang marah.

Melihat itu Yu Minthul sempat ketakutan dan sempat tebersit untuk mundur. “Tapi deweke meyakinkan lek ngono iku ora apa-apa. Timbang menyakiti aku jarene deweke luwih seneng melampiaskan nek barang-barang,” tuturnya.

Namun, setelah menikah, ternyata sikap Sudrun yang baik berubah 180 derajat. Yu Minthul seolah tidak lagi mengenal pria yang sudah berubah status menjadi suaminya itu. Kebiasaan melempar dan menendang barang saat sedang marah masih saja dipelihara.

Tidak hanya itu, belakangan Yu Minthul juga menjadi korban kekerasannya. Seolah Yu Minthul menjadi samsak tinju Sudrun yang sedang kesurupan karena parah. “Wis dipukul, dijambak, dilempari barang ya wis pernah,” papar perempuan yang kini berusia 35 tahun itu.

Pemicu kekerasan itu karena Sudrun cemburu melihat kedekatan Yu Minthul dengan teman laki-lakinya. Padahal, mereka hanya dekat karena hubungan kerja. “Macem-macem omongane. Jarene aku ganjen, gatelen. Elek-elek pokoke,” keluhnya.

Sudrun juga marah karena Yu Minthul dianggap kurang bersyukur dengan gaji yang diberikan kepadanya. Padahal, menurut perempuan berambut lurus itu, uang yang didapat dari Sudrun memang ngepres. Hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Karenanya, Yu Minthul yang seharusnya resign setelah menikah itu memilih tetap bekerja. Tujuannya agar dia memiliki uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya. “Wis ngono kuwi deweke ya langsung ngamuk. Ngrusak barang-barang. Omah wis kaya kapal pecah,” jelasnya.

Puncaknya, Sudrun dan Yu Minthul bertengkar hingga jari telunjuk Yu Minthul patah karena keduanya saling berebut ponsel. “Wis ora betah aku. Langsung minta pegatan. Wis ngene wae. Cukup,” tandas Yu Minthul hilang kesabaran.

Saat proses sidang perceraian, Yu Minthul dan Sudrun sempat mengikuti mediasi. Kala itu, Sudrun berjanji untuk tidak melakukan kekerasan lagi. Namun, Yu Minthul wis kadung tatu. Kadung ora percaya. Deweke wis emoh dadi samsak maneh. Peh

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #rumah tangga #kekerasan dalam rumah tangga #jawapos #peh