JP Radar Kediri - Sudrun memang benar-benar nekat. Idealnya, orang masuk ke dalam pasar itu untuk berbelanja. Namun, pria asal salah satu desa di Kecamatan Pare itu justru membuat resah para pedagang yang ada di sana.
Hal tersebut terjadi setelah Sudrun yang mengendarai motor Yamaha Mio berkeliling di blok kios Pasar Lama Pare pada Kamis (5/6) lalu. Melihat salah satu kios yang sepi pembeli, Sudrun langsung masuk ke kios tersebut.
Yu Minthul yang sejak pagi sudah kelelahan menunggu kios, awalnya menyangka jika Sudrun hendak berbelanja ke kiosnya. Wajah ramah Yu Minthul berubah jadi ketakutan karena tiba-tiba Sudrun meminta uang dan rokok. “Deweke jaluk duit karo rokok. Omongane kasar,” kata Yu Menik, salah satu pedagang yang kiosnya tak jauh dari Yu Minthul.
Ora cukup ngomong kasar, Sudrun dengan santainya juga mengancam Yu Minthul. “Jarene lek ora diwenehi duit karo rokok arep diantemi,” lanjut Yu Menik.
Melihat perubahan perilaku pria di depannya, kontan saja Yu Minthul ketakutan. Tidak mau menjadi korban pemerasan di siang bolong, Yu Minthul langsung mbengok. “Toloong! Toloong!” terang Yu Menik menirukan teriakan Yu Minthul yang langsung membuat para pedagang dan pengunjung pasar mendatangi kios perempuan paruh baya itu.
Jika sebelumnya Sudrun terlihat percaya diri mengancam, teriakan Yu Minthul berhasil membuat raut wajah Sudrun pucat. Dia langsung panik. Meski belum mendapat uang dan rokok yang diminta, Sudrun langsung kabur.
Dia tancap gas menyeberang tanpa menoleh kanan dan kiri. Dasar apes, di saat yang sama ternyata ada ibu-ibu pengunjung pasar yang melaju dari arah berlawanan. Sudrun pun ditabrak dan langsung jatuh tersungkur. “Kesempatan, langsung wae wong pasar ngamuk. Ngantemi pelaku,” tutur Yu Menik.
Perlakuan berbeda diterima oleh ibu-ibu yang menabrak Sudrun. Dianggap sebagai pahlawan yang menghentikan pelarian Sudrun, dia langsung ditolong oleh warga.
Setelah identitas Sudrun diketahui, para pedagang di Pasar Lama Pare yang awalnya marah berganti menjadi maklum. “Ternyata pelaku pancen stres. Ora kebek uteke. Ya piye maneh,” papar Yu Menik sembari menyebut kasus pemerasan oleh Sudrun berakhir damai.
Yu Minthul juga mengaku bersedia memaafkan Sudrun. Apa maneh, masiya niate Sudrun meres ternyata deweke malah apes. Awake pepes merga dadi empuk-empukan warga.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah