Wajar bila setiap melamar pekerjaan selalu ditampa. Posisinya pun langsung bagus. Jadi marketing andalan perusahaan.
Tapi, ternyata, Kang Dalbo selalu ora awet bekerja. Dia pasti dipecat ketika baru bekerja beberapa bulan.
Lho, apa masalahe? “Bojoku bola-bali kesurupan,” keluh sang istri, Yu Minthul.
Ironisnya, setiap kali kesurupan mesti pas neng kantor. Itu yang membuat atasannya selalu memecatnya.
“Wong sak kantor dadi wedi,” tambah warga Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri ini.
Sampai-sampai, Yu Minthul kesel ngewangi nggawe lamaran pekerjaan. Sebab, selesai melamar dan diterima, tak lama kemudian menyusul dipecat. Kadang, leren karepe dewe karena merasa ora krasan akibat gunjingan rekan kerja. Semuanya ya gara-gara itu, kesurupan.
Akhirnya, Yu Minthul berusaha mencari tahu penyebab kesurupan yang menimpa suaminya itu. Saka dukun nang dukun dia bertamu. Akhirnya, ada yang omong kalau Kang Dalbo dieloki makhluk halus alias lelembut.
“Jare dukune, lelembut kuwi nesu yen bojoku ora disenengi uwong. Nesune ya kesurupan kuwi,” kata Yu Minthul menceritakan omongan sang dukun.
Menyadari keadaan suaminya itu, Yu Minthul sempat patah arang. Meminta dipegat karena lelah menemani sang suami. Namun, saat mediasi di pengadilan agama, akhirnya Yu Minthul membatalkan niatnya itu. Karena masih sayang dengan sang suami,
Sekarang, ganti Yu Minthul yang berputar otaknya. Bukan mencari cara pegatan lagi, tapi berusaha membuat penggawean agar bisa mencukupi hidup. Baginya, menyuruh suami bekerja di perusahaan orang akan menyengsarakan.
“Iki aku njaluk jatah warisan. Gawe paitan ngaiti usaha,” akunya.
Lalu, usaha apa yang akan dia buat. Ini yang bikin godek-godek. Yu Minthul arep memanfaatkan kemampuan supranatural sang bojo.
“Sapa ngerti dadi konsultan kesurupan lan spiritual isa sukses,” ucapnya. Peh, isa ae Yu Minthul mencari kesempatan dalam kesempitan. (ica/fud)
Yen ngomong soal kemampuan, Kang Dalbo tergolong berotak encer. Basa Inggrise jos. Kalau speaking pasti casciscus. Selaras dengan kemampuan komunikasi dan lobinya sing yahud.
Wajar bila setiap melamar pekerjaan selalu ditampa. Posisinya pun langsung bagus. Jadi marketing andalan perusahaan.
Tapi, ternyata, Kang Dalbo selalu ora awet bekerja. Dia pasti dipecat ketika baru bekerja beberapa bulan.
Lho, apa masalahe? “Bojoku bola-bali kesurupan,” keluh sang istri, Yu Minthul.
Ironisnya, setiap kali kesurupan mesti pas neng kantor. Itu yang membuat atasannya selalu memecatnya.
“Wong sak kantor dadi wedi,” tambah warga Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri ini.
Sampai-sampai, Yu Minthul kesel ngewangi nggawe lamaran pekerjaan. Sebab, selesai melamar dan diterima, tak lama kemudian menyusul dipecat. Kadang, leren karepe dewe karena merasa ora krasan akibat gunjingan rekan kerja. Semuanya ya gara-gara itu, kesurupan.
Akhirnya, Yu Minthul berusaha mencari tahu penyebab kesurupan yang menimpa suaminya itu. Saka dukun nang dukun dia bertamu. Akhirnya, ada yang omong kalau Kang Dalbo dieloki makhluk halus alias lelembut.
“Jare dukune, lelembut kuwi nesu yen bojoku ora disenengi uwong. Nesune ya kesurupan kuwi,” kata Yu Minthul menceritakan omongan sang dukun.
Menyadari keadaan suaminya itu, Yu Minthul sempat patah arang. Meminta dipegat karena lelah menemani sang suami. Namun, saat mediasi di pengadilan agama, akhirnya Yu Minthul membatalkan niatnya itu. Karena masih sayang dengan sang suami,
Sekarang, ganti Yu Minthul yang berputar otaknya. Bukan mencari cara pegatan lagi, tapi berusaha membuat penggawean agar bisa mencukupi hidup. Baginya, menyuruh suami bekerja di perusahaan orang akan menyengsarakan.
“Iki aku njaluk jatah warisan. Gawe paitan ngaiti usaha,” akunya.
Lalu, usaha apa yang akan dia buat. Ini yang bikin godek-godek. Yu Minthul arep memanfaatkan kemampuan supranatural sang bojo.
“Sapa ngerti dadi konsultan kesurupan lan spiritual isa sukses,” ucapnya. Peh, isa ae Yu Minthul mencari kesempatan dalam kesempitan. (ica/fud) Editor : Anwar Bahar Basalamah