Cegah Perang Harga, Beijing Terbitkan Pedoman Baru bagi Produsen Mobil China di Pasar Global

Zebita Rizqi Priyangga • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 07:59 WIB
Arsip foto - Ratusan mobil listrik produksi BYD terparkir rapi sebelum dikirim ke pasar Eropa dari sebuah dermaga di China pada 14 Januari 2024. ANTARA/Xinhua.
Arsip foto - Ratusan mobil listrik produksi BYD terparkir rapi sebelum dikirim ke pasar Eropa dari sebuah dermaga di China pada 14 Januari 2024. ANTARA/Xinhua.

JP Radar Kediri – Pemerintah China dikabarkan telah mengeluarkan peringatan kepada para produsen mobil dalam negerinya agar tidak memangkas harga kendaraan secara agresif maupun terlalu sering mengubah harga di pasar internasional demi menyingkirkan pesaing.

Baca Juga: Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Diresmikan, Nilai Investasi Tembus Rp11,6 Triliun

Panduan Baru untuk Jaga Reputasi Merek China di Luar Negeri

Mengutip laporan Nikkei Asia yang dilansir Drive pada Selasa (8/9), pedoman terbaru pemerintah China memperingatkan produsen agar menghindari praktik penetapan harga yang agresif, perubahan harga yang terlalu sering, serta klaim yang keliru atau menyesatkan yang berpotensi merusak citra merek-merek asal China di pasar global.

Kementerian Perdagangan China menerbitkan dokumen bertajuk Guidelines on Overseas Competition and Compliance Construction sebagai acuan umum agar langkah para produsen dalam membangun eksistensi di pasar baru tidak memicu tindakan balasan dari negara lain secara ekonomi.

Larangan Ekspor Kendaraan yang Tak Sesuai Kebutuhan Pasar

Untuk mencegah produsen mengalihkan kelebihan pasokan ke pasar luar negeri, terutama saat penjualan domestik melambat, pedoman ini turut melarang ekspor produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi penggunaan di negara tujuan. Produsen juga diwajibkan menetapkan strategi harga berdasarkan biaya produksi serta kondisi permintaan dan pasokan riil di pasar internasional, alih-alih mengejar keuntungan kompetitif secara tidak adil.

Baca Juga: Belajar dari BYD dan Tesla 

Kebijakan ini disusun bersama oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, serta Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China, dan turut mengatur soal peningkatan layanan pelanggan hingga kepatuhan terhadap regulasi lokal terkait pengumpulan data.

Diterbitkan di Tengah Ekspansi ke Pasar Amerika Utara

Pedoman ini muncul bersamaan dengan langkah sejumlah produsen mobil China yang mulai memperluas bisnis ke pasar Kanada, sebagai batu loncatan menuju pasar Amerika Serikat yang selama ini menerapkan tarif tinggi bagi kendaraan buatan China.

Bayang-Bayang Tuduhan Subsidi dan Tarif dari Eropa

Pemerintah China selama ini kerap dituduh memberikan subsidi tidak adil kepada produsen mobil dalam negeri sehingga kendaraan mereka bisa dijual lebih murah dibanding pesaing di pasar luar negeri. Dua tahun lalu, hasil investigasi Uni Eropa bahkan menyimpulkan adanya praktik subsidi tersebut, yang kemudian direspons dengan penerapan tarif signifikan terhadap kendaraan listrik asal China.

Meski demikian, kebijakan tarif itu belum sepenuhnya menghentikan laju ekspor produsen China, terlebih di tengah pengurangan insentif pembelian dan pembebasan pajak kendaraan listrik maupun hibrida di dalam negeri, yang membuat pasar ekspor tetap menjadi pilihan menarik bagi para produsen.

 Baca Juga: Heboh Mobil Listrik BYD Seal Terbakar Meski Sudah Pakai Teknologi Blade Battery, Apa Itu?

Editor : Shinta Nurma Ababil
Produk China memangkas harga Pemerintah China internasional byd