Honda Vario Gen 3 Benarkah Harus Selalu Minum Pertamax?

Syaikhu Aliya Rahman • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Honda Vario Gen 3
Honda Vario Gen 3

JP Radar Kediri – Media sosial belakangan ini kerap diramaikan perdebatan sengit pengguna skutik sejuta umat, Honda Vario. Pokok bahasannya mengerucut pada satu pertanyaan mendasar: Benarkah mesin Honda Vario 125 dan 160 atau Vario Evo diwajibkan selalu menenggak BBM beroktan 92 sekelas Pertamax?

Sebagian pengguna ngotot motor harian cukup diisi bensin subsidi agar hemat, sementara kubu lainnya meyakini bahwa oktan tinggi adalah harga mati untuk menjaga keawetan mesin. Untuk mengakhiri simpang siur ini, mari kita bedah lembar spesifikasi teknis dari dapur pacu kedua skutik andalan Honda tersebut.

Akar permasalahan sebenarnya terletak pada angka rasio kompresi mesin. Di atas kertas, Honda Vario 125 dibekali mesin eSP dengan rasio kompresi yang cukup padat, yakni 11:1. Sang kakak, Honda Vario 160, justru tampil lebih ekstrem. Mengusung mesin eSP+ 4-katup generasi terbaru, rasio kompresinya dipatok pada angka 12:1.

Dalam kaidah mekanik dasar, mesin dengan rasio kompresi di atas 10:1 secara teknis sangat menuntut asupan bahan bakar tanpa timbal berkualitas tinggi dengan Research Octane Number (RON) minimal 92. Jika kompresi setinggi 11:1 atau 12:1 dipaksa meminum bensin dengan oktan lebih rendah, BBM akan meledak sebelum busi memercikkan api akibat tekanan ruang bakar yang terlampau tinggi.

Baca Juga: Honda City 2005 Pernah Mahal, Kini Harganya Tinggal Rp50 Jutaan

Fenomena inilah yang memicu engine knocking atau suara "ngelitik" yang kerap dikeluhkan pengendara. Dalam jangka panjang, hal ini berisiko meninggalkan tumpukan kerak karbon tebal di ruang bakar dan ruang katup, membuat tarikan motor perlahan terasa berat dan ngempos.

Banyak komuter yang enggan beralih ke Pertamax karena takut pengeluaran hariannya membengkak. Namun, mari kita simulasikan komparasi biayanya untuk mobilitas harian, misalnya bagi warga yang rutin menempuh rute komuter Ngasem menuju pusat Kota Kediri dengan jarak pergi-pulang sekitar 30 kilometer per hari.

Diketahui konsumsi BBM rata-rata Vario 125 berada di kisaran 51 km/liter, sedangkan Vario 160 di kisaran 46 km/liter. Artinya Vario 125 untuk menempuh 30 km, hanya dibutuhkan sekitar 0,58 liter BBM. Jika diasumsikan harga Pertamax di kisaran Rp 13.000 per liter, biaya harian yang dikeluarkan hanya sekitar Rp 7.500. Sedangkan Vario 160 membutuhkan sekitar 0,65 liter untuk 30 km, yang berarti ongkos hariannya berkisar di angka Rp 8.450.

Baca Juga: Evolusi Honda PCX 150 CBU, dari Thailand hingga Vietnam

Selisih biaya per hari jika dibandingkan dengan memaksakan penggunaan bensin oktan 90 sebetulnya hanya di kisaran Rp 1.500 hingga Rp 2.000 saja. Angka ini tentu sangat kecil bila disandingkan dengan biaya turun mesin atau servis besar akibat penumpukan kerak karbon pada komponen injektor dan ruang bakar di kemudian hari.

Kesimpulannya, mengisi Honda Vario 125 maupun 160 dengan BBM beroktan 92 bukanlah sebuah pemborosan gaya hidup, melainkan investasi jangka panjang. Tarikan mesin akan selalu responsif untuk stop-and-go di kemacetan, suhu mesin lebih terjaga, dan yang terpenting, performa tunggangan Anda tidak akan mudah rewel. 

Editor : Shinta Nurma Ababil
vario gen 3 honda vario gen 3 pertamax honda vario