Ada yang masih ingat dengan Honda City generasi GD8
Bagi sebagian orang, sedan kompak Honda ini mungkin sekarang terlihat seperti mobil biasa. Namun, ketika pertama kali hadir di Indonesia pada pertengahan 2000-an, ceritanya berbeda.
Pada 2005, Honda City termasuk sedan yang harganya cukup tinggi di kelasnya. Harga barunya berada di kisaran Rp150 juta hingga Rp175 jutaan, tergantung varian, mesin, dan pilihan transmisinya.
Angka tersebut tentu tidak bisa disamakan begitu saja dengan harga mobil sekarang. Jika memperhitungkan daya beli masyarakat dan nilai uang pada masa itu, City GD8 memang bukan mobil yang murah.
Kenapa Honda City 2005 Mahal?
Salah satu faktornya berkaitan dengan posisi sedan di pasar otomotif Indonesia.
Pada masa tersebut, struktur pajak kendaraan membuat sedan mendapatkan perlakuan berbeda dibandingkan beberapa jenis kendaraan lain seperti hatchback dan MPV.
Akibatnya, harga sedan kompak seperti Honda City ikut terdorong lebih tinggi.
Padahal dari ukuran, City sebenarnya tidak sebesar sedan kelas menengah. Mobil ini lebih ditujukan untuk konsumen yang menginginkan sedan dengan dimensi kompak, tetapi tetap menawarkan kenyamanan dan fitur yang cukup lengkap.
Fitur City Sudah Canggih di Zamannya
Harga yang cukup tinggi tersebut juga dibarengi sejumlah teknologi yang kala itu menarik perhatian.
Honda City GD8 menawarkan fitur keselamatan seperti ABS, EBD, dan dual SRS airbags.
Ada pula Ultra Seat, sistem pengaturan kursi yang memberikan fleksibilitas lebih untuk membawa penumpang maupun barang.
Untuk varian tertentu, City juga dibekali transmisi CVT Steermatic. Teknologi tersebut memungkinkan pengemudi merasakan perpindahan rasio secara manual melalui tombol yang tersedia di setir.
Di era ketika fitur seperti itu belum umum pada mobil kompak, keberadaannya menjadi salah satu nilai jual City.
Ada Mesin i-DSI dan VTEC
Honda menawarkan pilihan mesin dengan karakter yang berbeda.
Varian 1.5 i-DSI lebih mengutamakan efisiensi bahan bakar. Mesin tersebut dikenal cukup irit untuk penggunaan sehari-hari.
Sementara varian 1.5 VTEC lebih menarik bagi konsumen yang menginginkan respons mesin yang lebih bertenaga.
Jadi, konsumen tidak hanya mendapatkan sebuah sedan dengan desain modern, tetapi juga bisa memilih karakter mesin sesuai kebutuhan.
Sekarang Harganya Jauh Lebih Murah
Dua dekade berlalu, posisi Honda City GD8 berubah cukup drastis.
Mobil yang dahulu harus ditebus dengan harga sekitar Rp150 juta lebih ketika baru, kini sudah masuk kategori mobil bekas dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Di pasar mobil bekas, Honda City 2005 bisa ditemukan di kisaran Rp50 juta hingga Rp70 jutaan, tergantung kondisi unit, kelengkapan, lokasi, serta riwayat perawatannya.
Tentu harga tersebut bukan patokan mutlak. City yang kondisinya sangat terawat, memiliki riwayat servis jelas, dan masih mempertahankan banyak komponen orisinal bisa dihargai lebih tinggi.
Sebaliknya, unit yang membutuhkan banyak perbaikan bisa ditawarkan lebih murah.
Masih Menarik Dibeli Sekarang?
Kalau mencari mobil murah untuk dipakai sehari-hari, Honda City GD8 memang menarik. Desainnya masih cukup elegan, kabinnya nyaman, dan karakter mesinnya juga dikenal menyenangkan.
Namun, usia kendaraan harus menjadi perhatian utama.
Sebelum membeli, calon pemilik sebaiknya memeriksa kondisi mesin, transmisi CVT, kaki-kaki, sistem pendingin, kelistrikan, serta riwayat servis.
Khusus mobil berusia lebih dari 20 tahun, harga beli murah belum tentu berarti biaya kepemilikannya murah.
Pada akhirnya, Honda City 2005 adalah contoh menarik bagaimana nilai sebuah mobil bisa berubah seiring waktu.
Dulu menjadi sedan kompak yang relatif mahal. Sekarang, mobil yang sama justru bisa menjadi pilihan menarik bagi pemburu sedan bekas dengan anggaran Rp50 jutaan.
Editor : Miko