JP Radar Kediri – Pengendara sepeda motor injeksi perlu mewaspadai kerusakan pada Idle Speed Control (ISC). Komponen yang bertugas mengatur putaran mesin saat langsam atau idle tersebut dapat memicu berbagai gangguan apabila mengalami kerusakan.
Ketika sensor atau motor ISC bermasalah, gejala yang paling sering muncul adalah putaran mesin tidak stabil. Mesin bisa naik turun sendiri saat langsam, mudah mati ketika berhenti di lampu merah, hingga sulit dinyalakan pada pagi hari.
Selain itu, motor yang mengalami error pada ISC juga dapat terasa brebet saat akselerasi awal. Pada beberapa tipe sepeda motor injeksi, lampu indikator check engine bahkan dapat menyala sebagai tanda adanya gangguan pada sistem injeksi.
Kerusakan ISC umumnya disebabkan penumpukan kerak karbon di saluran throttle body, usia komponen yang sudah lama, kabel atau soket yang longgar, hingga gangguan pada sistem kelistrikan motor.
Agar kondisi tersebut tidak semakin parah, pemilik kendaraan disarankan melakukan servis berkala, termasuk pembersihan throttle body dan pengecekan ISC menggunakan alat pemindai (scanner). Jika komponen terbukti rusak, penggantian ISC menjadi solusi agar putaran mesin kembali normal dan konsumsi bahan bakar tetap efisien.
Perawatan rutin dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mencegah kerusakan ISC sekaligus menjaga performa motor injeksi tetap optimal dalam penggunaan sehari-hari. (*)
Editor : Andhika Attar Anindita