JP Radar Kediri – Suara "ngorok" atau dengungan kasar yang muncul dari motor matic saat berakselerasi kerap membuat pemilik kendaraan khawatir. Meski terlihat sepele, bunyi tersebut bisa menjadi tanda adanya komponen yang mulai aus atau membutuhkan perawatan.
Salah satu penyebab paling umum berasal dari sistem Continuously Variable Transmission (CVT). Debu yang menumpuk di dalam rumah CVT dapat mengganggu pergerakan komponen sehingga memunculkan suara kasar saat motor digunakan. Selain itu, kondisi V-belt yang mulai retak atau aus juga dapat menimbulkan bunyi sekaligus menurunkan performa tarikan motor.
Tak hanya itu, roller CVT yang sudah peyang, kampas kopling ganda yang menipis, hingga bearing yang mulai rusak juga sering menjadi sumber suara ngorok. Gejalanya biasanya disertai getaran, tarikan awal terasa berat, atau muncul bunyi mendengung ketika motor melaju.
Jika suara dibiarkan terus-menerus tanpa pemeriksaan, kerusakan dapat merembet ke komponen lain. Dalam kondisi tertentu, V-belt bahkan berisiko putus saat motor digunakan sehingga dapat membahayakan pengendara.
Pemilik motor disarankan melakukan servis CVT secara berkala sesuai anjuran pabrikan atau lebih cepat jika kendaraan sering dipakai di jalan berdebu. Pembersihan rumah CVT, pemeriksaan roller, V-belt, kampas ganda, serta pelumasan komponen yang diperlukan dapat mencegah munculnya suara berisik sekaligus menjaga performa motor tetap optimal.
Apabila suara ngorok semakin keras, muncul bersamaan dengan tenaga motor yang menurun atau getaran berlebihan, sebaiknya kendaraan segera dibawa ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh agar kerusakan tidak semakin parah. (*)
Editor : Andhika Attar Anindita