JP Radar Kediri – Kabel gas yang macet di dalam selongsong menjadi salah satu gangguan yang cukup sering ditemui pada sepeda motor. Kondisi ini membuat putaran gas terasa berat, tidak halus, bahkan berpotensi membahayakan jika dibiarkan.
Mekanik menjelaskan, macetnya kabel gas umumnya disebabkan oleh karat pada kawat kabel, debu dan kotoran yang masuk ke dalam selongsong, serta pelumas yang sudah mengering. Selain itu, usia pakai kabel yang sudah lama juga dapat membuat kawat mulai aus dan serabutnya rusak sehingga pergerakannya tidak lagi lancar.
Akibatnya, saat pengendara memutar grip gas, tarikan terasa lebih berat dari biasanya. Pada beberapa kasus, gas juga terlambat kembali ke posisi semula setelah dilepas.
Kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Jika kabel semakin seret, gas berisiko tersangkut sehingga putaran mesin tetap tinggi meski pengendara telah melepas grip gas. Hal itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat berkendara di jalan padat.
Untuk mengatasinya, kabel gas dapat dibersihkan dan diberi pelumas khusus agar gesekannya berkurang. Namun apabila kawat kabel sudah berkarat, serabutnya putus, atau selongsong mengalami kerusakan, penggantian komponen menjadi solusi yang lebih aman.
Pengendara juga disarankan melakukan pemeriksaan kabel gas secara berkala, terutama pada motor yang sering digunakan setiap hari atau telah berusia cukup lama. Dengan perawatan rutin, tarikan gas akan tetap ringan, respons mesin terjaga, serta risiko gangguan saat berkendara dapat diminimalkan. (*)
Editor : Mahfud