JP Radar Kediri—Piston atau Seher (biasa disebut seker) merupakan salah satu komponen utama di dalam mesin sepeda motor.
Bentuknya menyerupai tabung logam yang bergerak naik turun di dalam silinder setiap kali mesin menyala.
Gerakan tersebut dihasilkan dari ledakan campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar, kemudian diubah menjadi tenaga untuk memutar poros mesin hingga akhirnya menggerakkan roda belakang.
Karena bekerja terus-menerus selama motor digunakan, seher menjadi salah satu komponen yang menerima beban paling berat.
Apabila seher mengalami kerusakan, proses pembakaran di dalam mesin tidak lagi berjalan optimal.
Dampaknya, tenaga motor menurun, tarikan terasa berat, konsumsi oli meningkat, muncul asap putih dari knalpot, hingga terdengar suara mesin kasar.
Dalam kondisi yang lebih parah, seher dapat macet, terbakar atau bahkan berlubang atau jebol, sehingga mesin harus menjalani turun mesin dengan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Baca Juga: Jangan Asal Siram, Begini Aturan Mencuci Motor agar Tetap Awet dan Kinclong
Berikut sejumlah faktor yang menjadi penyebab kerusakan seher pada sepeda motor:
1. Kerja Lembur Bagai Kuda
Motor yang sering digunakan untuk perjalanan jauh untuk berkerja di jalanan atau kerja lembur bagai kuda.
Seperti untuk berkeliling di wilayah Kabupaten Kediri. Atau untuk membawa muatan berat. Serta dipacu pada putaran mesin tinggi dalam waktu lama membuat seher bekerja lebih keras.
Kondisi tersebut sebenarnya masih aman apabila mesin dalam kondisi prima dan mendapatkan perawatan rutin.
Namun jika dilakukan terus-menerus tanpa diimbangi pelumasan dan pendinginan yang baik, suhu mesin meningkat sehingga mempercepat keausan seher dan dinding silinder.
2. Oli mesin kurang atau terlambat diganti
Pelumasan menjadi faktor utama yang menentukan usia pakai seher. Oli berfungsi mengurangi gesekan antara seher dan dinding silinder.
Apabila volume oli kurang atau kualitasnya sudah menurun, gesekan akan meningkat dan memicu baret maupun keausan pada kedua komponen tersebut.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Ini Cara Mengatasi Mobil yang Mengalami Overheat.
3. Mesin mengalami overheat
Sering berpacu dengan beban kerja tinggi bisa sebabkan suhu mesin terlalu tinggi. Suhu mesin yang terlalu tinggi dapat membuat seher memuai.
Ketika celah antara seher dan dinding silinder semakin sempit, piston dapat macet dan menggores silinder.
Overheat umumnya dipicu oli yang sudah jelek, sistem pendingin bermasalah, atau mesin dipaksa bekerja terlalu lama tanpa jeda.
4. Pembakaran tidak normal
Detonasi atau knocking akibat penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang tidak sesuai, campuran udara dan bahan bakar yang tidak ideal, maupun gangguan pada sistem pengapian dapat meningkatkan suhu dan tekanan di ruang bakar.
Jika berlangsung terus-menerus, bagian atas piston berpotensi retak bahkan berlubang.
5. Debu atau benda asing masuk ke ruang bakar
Filter udara yang kotor atau rusak memungkinkan debu ikut masuk ke dalam mesin. Partikel tersebut akan mengikis permukaan seher dan dinding silinder sedikit demi sedikit.
Dalam jangka panjang, kondisi itu mempercepat keausan dan menurunkan performa mesin.
6. Usia pakai komponen
Seperti komponen mesin lainnya, seher juga memiliki batas usia penggunaan. Semakin tinggi jarak tempuh kendaraan, tingkat keausan komponen akan semakin besar.
Apabila tidak segera diganti ketika sudah melewati batas toleransi, risiko kerusakan dapat merembet ke komponen mesin lainnya.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Roller CVT Peyang Bisa Bikin Motor Matic Kamu Rusak Total
Agar seher tetap awet, pemilik kendaraan disarankan melakukan perawatan secara rutin.
Mulai mengganti oli sesuai interval yang dianjurkan pabrikan, memeriksa volume oli secara berkala, menggunakan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin, membersihkan atau mengganti filter udara, menghindari membawa beban melebihi kapasitas kendaraan, serta tidak memaksa mesin bekerja pada putaran tinggi dalam waktu lama.
Pengendara juga perlu segera memeriksakan motor apabila muncul gejala seperti tenaga berkurang, suara mesin kasar, konsumsi oli meningkat, atau keluar asap putih dari knalpot.
Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan seher berkembang menjadi turun mesin dengan biaya perbaikan yang jauh lebih besar.
Editor : Andhika Attar Anindita