JP Radar Kediri - Suspensi menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor karena berfungsi meredam guncangan saat melintasi jalan yang tidak rata. Namun, tak sedikit pengendara mengeluhkan suspensi motornya terasa "mati", yakni keras, tidak memantul normal, atau justru ambles dan tidak kembali seperti semula.
Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat usia pakai komponen yang sudah lama. Oli suspensi yang mulai berkurang atau kotor dapat membuat kinerja peredam kejut menurun. Selain itu, seal suspensi yang bocor juga membuat oli keluar sehingga kemampuan meredam guncangan ikut berkurang.
Baca Juga: Cek Sokbrekermu! Ini Tanda-tanda Suspensi Motor Matik Mulai Bermasalah
Pada suspensi belakang, penyebab paling umum adalah pegas yang melemah atau shockbreaker yang sudah aus. Akibatnya, motor terasa tidak nyaman saat melewati polisi tidur maupun jalan berlubang. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memengaruhi kestabilan motor dan membuat ban, komstir, hingga rangka menerima beban lebih besar.
Gejala suspensi mati biasanya ditandai dengan motor terasa sangat keras saat dikendarai, muncul bunyi saat melewati jalan rusak, bagian depan atau belakang memantul berlebihan, serta terlihat adanya rembesan oli pada tabung shock depan.
Baca Juga: Suspensi Motor Matic Terlalu Keras? Ini Cara Menyesuaikan Agar Lebih Nyaman!
Agar suspensi tetap awet, pemilik motor disarankan rutin memeriksa kondisi shockbreaker setiap servis berkala. Hindari membawa beban melebihi kapasitas, kurangi kebiasaan menghantam lubang dengan kecepatan tinggi, serta segera ganti oli dan seal suspensi apabila sudah menunjukkan tanda-tanda kebocoran.
Perawatan yang dilakukan sejak dini tidak hanya membuat berkendara lebih nyaman, tetapi juga menjaga kestabilan motor dan mencegah kerusakan komponen lain yang biaya perbaikannya jauh lebih mahal.
Editor : Mahfud