JP Radar Kediri – Pelek motor yang oleng dapat mengganggu kenyamanan sekaligus membahayakan keselamatan pengendara. Kondisi ini biasanya ditandai dengan setang bergetar, roda bergoyang saat berputar, atau motor terasa tidak stabil ketika melaju.
Pelek oleng umumnya disebabkan benturan keras saat menghantam lubang, kecelakaan ringan, atau sering membawa beban berlebih. Jika dibiarkan, kerusakan dapat merembet ke ban dan bearing roda.
Baca Juga: Punya Rencana Riding Saat Libur Lebaran, Simak Tips Perawatan Sepeda Motor dari Yamaha
Karyawan Bengkel Makmur Jaya, Yahya Rohanuddin (25) mengatakan pengendara perlu segera melakukan pemeriksaan ketika mulai merasakan gejala tersebut.
"Pelek oleng bisa bikin putaran roda motor tidak presisi mas, sehingga mengurangi kestabilan motor saat digunakan. Kalau dibiarkan, risiko kerusakan komponen lain juga meningkat," ujarnya.
Untuk mengatasinya, pemilik kendaraan dapat melakukan penyetelan jari-jari bagi pelek tipe jari-jari, meluruskan pelek yang bengkok di bengkel spesialis, atau mengganti pelek jika kerusakannya sudah parah.
"Jangan menunggu sampai kerusakannya semakin besar. Pemeriksaan rutin setelah motor menghantam lubang bisa mencegah biaya perbaikan yang lebih mahal," tambahnya.
Baca Juga: Dari Skutik Hingga Sport, Yamaha Sapu Bersih 7 Penghargaan di Event Otomotif Award 2026
Pengendara juga disarankan mengurangi kecepatan saat melintasi jalan rusak dan menghindari membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan guna menjaga kondisi pelek tetap optimal. (*)
Editor : Mahfud