JP Radar Kediri - Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah salah satu komponen utama dalam pengoperasian sepeda motor.
Namun, tak jarang pemilik motor merasa bahwa konsumsi BBM kendaraannya lebih boros dari biasanya. Hal ini tentu berdampak pada pengeluaran harian, terutama bagi mereka yang menggunakan motor sebagai kendaraan utama.
Lalu, apa saja penyebab BBM cepat boros pada motor? Simak penjelasannya berikut ini.
Pertama, tekanan angin ban tidak sesuai. Tekanan angin ban yang terlalu rendah dapat membuat motor bekerja lebih keras untuk melaju, sehingga konsumsi bahan bakar pun meningkat. Ban yang kempis meningkatkan gesekan dengan aspal, membuat mesin butuh tenaga ekstra.
Solusinya periksa tekanan angin ban minimal seminggu sekali dan sesuaikan dengan standar pabrikan.
Kedua, karena filter udara kotor. Filter udara yang kotor akan menghambat masuknya udara ke ruang pembakaran. Akibatnya, proses pembakaran tidak sempurna dan mesin membutuhkan lebih banyak BBM.
Solusinya membersihkan filter udara secara rutin, atau ganti jika sudah terlalu kotor atau rusak.
Ketiga, gaya berkendara yang agresif. Sering menarik gas secara tiba-tiba, memacu motor dengan kecepatan tinggi, atau sering melakukan rem mendadak bisa membuat konsumsi BBM meningkat drastis.
Solusinya menggunakan gaya berkendara yang halus dan stabil. Akselerasi secara perlahan, dan jaga kecepatan pada level yang konstan.
Keempat, rantai motor kendur atau kotor. Rantai yang terlalu kendur atau tidak dilumasi dengan baik akan menimbulkan gesekan berlebih dan memperberat kerja mesin.
Solusinya setel rantai secara berkala dan lumasi dengan pelumas khusus rantai agar tetap lancar.
Kelima, karburator atau Injektor bermasalah. Jika motor masih menggunakan karburator, penyetelan yang tidak tepat bisa membuat campuran udara dan BBM tidak seimbang.
Pada motor injeksi, injektor yang kotor bisa menyemprotkan bahan bakar secara tidak efisien.
Solusinya adalah melakukan penyetelan ulang karburator atau servis sistem injeksi secara berkala di bengkel terpercaya.
Keenam, busi lemah atau rusak. Busi yang sudah aus atau tidak bekerja optimal akan mengganggu pembakaran di ruang mesin. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat karena pembakaran tidak sempurna.
Solusinta mengganti busi sesuai interval yang direkomendasikan pabrikan, biasanya setiap 8.000 sampai dengan 10.000 km.
Ketujuh, bisa jadi menggunakan BBM yang tidak sesuai.
Setiap motor memiliki rasio kompresi mesin yang berbeda, sehingga jenis BBM yang digunakan pun harus disesuaikan.
Menggunakan BBM dengan oktan rendah pada motor berkompresi tinggi bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan membuat boros.
Solusinya menggunakan BBM sesuai anjuran pabrikan. Cek di buku manual motor.
Kedelapan, beban berlebih. Membawa barang berlebih atau boncengan dengan beban berat secara terus-menerus akan membebani mesin dan meningkatkan konsumsi BBM.
Solusinya menghindari membawa barang terlalu berat atau modifikasi motor dengan boks besar yang menambah beban dan hambatan angin.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah