JP Radar Kediri – Sistem Continuously Variable Transmission (CVT) adalah jantung dari sebagian besar motor matik modern.
Sistem ini bekerja tanpa gigi persneling dan menggunakan dua pulley (depan dan belakang) yang dihubungkan oleh sabuk (belt) untuk mentransfer tenaga dari mesin ke roda.
Karena bekerja secara terus-menerus, komponen CVT rentan mengalami keausan.
Mengenali tanda-tanda kerusakan CVT sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan biaya perbaikan yang membengkak.
Berikut adalah 7 tanda umum yang menunjukkan CVT motor Anda mungkin sedang bermasalah.
Pertama, motor terasa "selip" atau "ngelitik" saat akselerasi. Ini adalah gejala yang paling umum dan mudah dikenali.
Pengemudi akan merasakan sensasi seperti motor mau jalan tetapi tidak mau melaju, putaran mesin tinggi tetapi laju motor tidak mengikuti. Gejala ini biasanya terjadi saat Anda memulai jalan atau sedang menanjak.
Penyebab utama adalah V-Belt yang sudah aus atau mengembang. Sehingga tidak mencengkram pulley dengan optimal, atau roller yang sudah aus. Sehingga tidak bisa mendorong pulley dengan sempurna.
Kedua, suara berisik dari bagian CVT. Ketika Anda mendengar suara berdecit, berderak, atau gemeretak yang tidak wajar yang berasal dari cover CVT (biasanya di bagian kiri motor), waspadalah.
Suara decitan seringkali menandakan V-Belt yang sudah mulai slip. Sementara suara gemeretak atau kasar bisa menandakan bearing yang sudah rusak atau roller yang telah aus dan berantakan.
Ketiga, getaran yang tidak wajar. Getaran berlebih, terutama saat motor berada pada putaran rendah atau saat mulai jalan, bisa menjadi indikasi masalah.
Getaran ini sering disebabkan oleh roller yang sudah tidak rata atau aus. Roller yang sudah "kotak" tidak dapat bergerak mulus dan menyebabkan ketidakseimbangan pada sistem pulley, yang terasa sebagai getaran.
Keempat, tenaga motor menurun drastic. Pengemudi merasa motor menjadi lamban, kurang responsif, dan susah mencapai kecepatan tinggi meskipun gas sudah diputar penuh?
Ini bisa jadi tanda bahwa komponen CVT seperti V-Belt, roller, atau clutch (kampas kopling) sudah aus. Transfer tenaga dari mesin ke roda menjadi tidak efisien, sehingga tenaga yang sampai ke roda belakang sangat berkurang.
Kelima, boros bahan bakar. Karena kinerja CVT tidak optimal, mesin harus bekerja lebih keras untuk mencapai kecepatan yang diinginkan. Putaran mesin (RPM) akan cenderung lebih tinggi dari biasanya untuk laju yang sama, yang secara langsung mengorbankan efisiensi bahan bakar.
Jika konsumsi BBM Anda tiba-tiba meningkat tanpa alasan yang jelas, ada baiknya untuk memeriksa kondisi CVT.
Keenam, sulit melaju atau tidak bergerak sama sekali. Ini adalah tahap kerusakan yang sudah parah. Motor menyala dan putaran mesin tinggi, tetapi motor sama sekali tidak bergerak.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh V-Belt yang putus. Sabuk yang sudah tipis dan retak-retak akhirnya tidak mampu menahan beban dan putus. Bisa juga disebabkan oleh clutch shoe yang sudah habis total.
Ketujuh, overheating pada cover CVT. Pengemudi merasakan cover CVT di sebelah kiri motor terasa sangat panas, bahkan hingga mengeluarkan bau gosong atau terbakar.
Overheating ini terjadi karena gesekan berlebih di dalam sistem CVT, misalnya akibat belt yang slip parah atau komponen yang sudah aus dan saling bergesekan tanpa pelumas.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah