Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengapa saat Go-Show di Tanjakan, Main Kopling Lebih Disarankan daripada Rem? Ini Alasannya

Mohammad Basid Alharis • Rabu, 3 September 2025 | 22:23 WIB
Ilustrasi koping kendaraan roda empat
Ilustrasi koping kendaraan roda empat

JP Radar Kediri – Bagi pengendara mobil bertransmisi manual, situasi "go-show" atau berhenti sebentar di tengah tanjakan (seperti di persimpangan atau saat macet) adalah salah satu momen yang paling menegangkan.

Salah satu ketakutan terbesarnya adalah mobil bisa menggelinding mundur dan menabrak kendaraan di belakang.

Insting pertama kebanyakan orang adalah menginjak rem kaki (dan rem tangan) dengan kuat untuk menahan mobil.

Namun, para instruktur menyetir profesional justru sering menyarankan untuk "main kopling" atau memanfaatkan setengah kopling dalam situasi ini. Mengapa demikian?

Pertama, dapat menghemat komponen rem dan mencegah overheat. Alasan yang paling masuk akal adalah untuk menghemat dan melindungi sistem pengereman.

Saat menahan mobil di tanjakan hanya dengan menginjak rem, seluruh beban mobil ditahan oleh kampas rem dan piringan atau tromol rem.

Jika dilakukan terus-menerus dalam waktu yang agak lama (terutama di tanjakan yang sangat curam), gesekan yang konstan dapat menyebabkan rem menjadi sangat panas.

Rem yang overheat dapat mengalami fenomena "fade" di mana kemampuan pengeramannya menurun drastis, membuatnya kurang efektif dan berbahaya.

Tentu saja, menahan beban mobil yang sedang melawan gravitasi akan membuat kampas rem dan cakram rem lebih cepat aus.

Dengan menggunakan setengah kopling, beban mobil sepenuhnya ditahan oleh mesin dan kopling, memberikan "istirahat" yang sangat diperlukan untuk sistem rem Anda.

Kedua, memungkinkan respons yang lebih cepat untuk berjalan. Situasi di tanjakan adalah situasi dinamis. Lampu lalu lintas akan berubah hijau, atau kemacetan akan mulai bergerak.

Jika hanya mengandalkan rem, langkah untuk berjalan lagi akan lebih banyak dan lambat. Antara lain kaki kanan harus pindah dari pedal rem ke pedal gas.

Kaki kiri harus mengangkat kopling hingga titik setengah. Selama proses perpindahan ini, sangat besar kemungkinan mobil akan menggelinding mundur beberapa senti bahkan meter sebelum akhirnya bisa maju.

Dibandingkan dengan teknik "main kopling" kaki kiri sudah berada pada posisi setengah kopling yang tepat untuk menahan mobil.

Kaki kanan sudah siap di atas pedal gas. Ketika waktunya maju hanya perlu sedikit menekan gas sambil secara halus melepas kopling lebih lanjut.

Mobil akan langsung maju tanpa sempat mundur sedikitpun. Responsnya jauh lebih cepat dan halus.

Jadi, mengapa main kopling disarankan? Karena ini adalah soal efisiensi dan kesiapan.

Maksud efisiensi ini memberikan istirahat untuk sistem rem dan mencegah overheat.

Untuk kesiapan dalam artian membuat pengemudi berada dalam posisi yang paling siap untuk bergerak maju kapan saja.

Sehingga menghilangkan jeda berbahaya dimana mobil bisa menggelinding mundur.

Dengan menguasai teknik setengah kopling di tanjakan, pengemudi tidak hanya mengemudi dengan lebih halus, tetapi juga jauh lebih aman dan percaya diri dalam menghadapi situasi jalanan yang menantang.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#rem kaki #kopling #mobil