Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dampak Menyalakan Motor Matic Langsung Digas Keras

Mohammad Basid Alharis • Jumat, 8 Agustus 2025 | 22:21 WIB
Pengendara naik motor matic.
Pengendara naik motor matic.

JP Radar Kediri – Banyak pengendara motor matic yang terburu-buru dan langsung memutar gas dengan keras setelah menyalakan mesin.

Kebiasaan ini terlihat sepele, namun sebenarnya dapat memberikan dampak buruk bagi motor matic dalam jangka panjang.

Berikut ini penjelasan mengenai risiko dan dampak dari kebiasaan tersebut.

INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025

Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini

Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/

Contac person: 0813-3563-2111 (heri)

Pertama, oli belum sirkulasi sempurna. Saat motor baru dinyalakan, oli mesin belum tersebar secara merata ke seluruh komponen mesin.

Jika langsung digas keras, bagian-bagian mesin yang seharusnya sudah terlumasi bisa bergesekan tanpa perlindungan yang cukup, mempercepat keausan komponen seperti piston dan silinder.

Dampaknya mesin cepat aus, overheating lebih cepat terjadi, dan umur mesin berkurang

Kedua, komponen CVT bisa cepat aus. Motor matic menggunakan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmission).

Saat mesin baru dinyalakan, bagian CVT seperti pulley dan belt belum bekerja pada suhu optimal. Memberi beban tinggi secara tiba-tiba bisa membuat komponen ini cepat rusak.

Baca Juga: Ini Dampak Kehabisan Bahan Bakar pada Motor dan Cara Mengatasinya

Dampaknya tarikan motor jadi tidak responsive, muncul suara berisik dari bagian CVT. Dan CVT harus lebih sering diservis atau diganti.

Ketiga, jelas konsumsi bahan bakar meningkat. Langsung memutar gas dengan keras saat mesin dingin membuat ECU (Electronic Control Unit) mengatur suplai bahan bakar lebih banyak agar mesin cepat mencapai suhu kerja. Namun, ini justru menyebabkan konsumsi bahan bakar jadi lebih boros.

Dampaknya efisiensi bahan bakar menurun. Dan biaya operasional motor meningkat.

Keempat, potensi kerusakan sensor dan injector. Pada motor injeksi, sistem sensor dan injektor bekerja lebih optimal saat suhu mesin stabil. Langsung digas keras saat mesin baru hidup bisa membuat sistem injeksi bekerja lebih keras dari yang seharusnya.

Dampaknya sensor menjadi cepat rusak, injektor bisa kotor atau macet, dan performa motor menurun.

Kelima, risiko keamanan. Selain merusak komponen, langsung menggas motor keras saat baru dinyalakan juga berbahaya, apalagi jika dilakukan di tempat ramai atau sempit. Motor bisa langsung loncat atau tidak terkendali.

Dampaknya risiko kecelakaan meningkat, dan bisa membahayakan pengendara dan orang di sekitar.

Jadi, menyalakan motor matic dan langsung digas keras adalah kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari. Beri waktu sekitar 30 detik hingga 1 menit agar oli bersirkulasi dan suhu mesin mulai stabil sebelum digunakan.

Jika ingin motor tetap awet, irit, dan aman, biasakan memperlakukan mesin dengan lembut, terutama di awal pemakaian.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#montor #dampak #motor matic #terburu buru #Menyalakan