JP Radar Kediri – Kondisi jalan yang rusak dan berlubang merupakan masalah infrastruktur yang sering dijumpai di berbagai wilayah, baik di kota besar maupun daerah terpencil.
Selain membahayakan keselamatan, jalan yang tidak rata juga menimbulkan berbagai dampak buruk pada kendaraan, terutama roda dan sistem suspensinya. Berikut ini adalah penjelasan tentang berbagai dampak yang bisa terjadi jika roda mobil terlalu sering melintasi jalan rusak dan berlubang.
Pertama, kerusakan pada velg dan ban. Velg mobil, terutama yang berbahan alloy, sangat rentan bengkok atau retak ketika menghantam lubang dengan keras. Begitu juga dengan ban, terutama bagian dinding samping (sidewall), yang bisa robek, benjol, atau mengalami kebocoran halus yang sulit terdeteksi.
Ini tanda-tanda kerusakan mulai dari ban cepat kempes, getaran saat berkendara, atau tekanan ban yang tidak stabil.
Kedua, penyelarasan roda (Wheel Alignment) terganggu. Benturan pada lubang bisa menggeser sudut kemiringan roda (toe, camber, caster) sehingga arah roda tidak lagi sejajar.
Dampaknya kemudi menjadi tidak lurus, mobil cenderung menarik ke satu sisi, serta ban aus secara tidak merata.
Ketiga, suspensi dan komponen kaki-kaki cepat aus. Shock absorber, ball joint, tie rod, dan stabilizer bar adalah bagian kaki-kaki yang akan bekerja ekstra keras saat melintasi permukaan jalan yang tidak rata. Jika terlalu sering terbebani, daya redam suspensi menurun, menimbulkan suara berdecit atau ‘gluduk’, bahkan mempengaruhi stabilitas kendaraan.
Akibat lanjut pada mobil jadi terasa tidak nyaman, limbung saat bermanuver, dan berisiko saat mengerem mendadak.
Keempat, risiko pecah ban (Tire Blowout). Jalan berlubang yang dilintasi dengan kecepatan tinggi bisa menyebabkan benturan tajam yang merusak struktur internal ban.
Ini meningkatkan risiko pecah ban mendadak, terutama pada ban yang sudah aus atau tekanan anginnya kurang ideal. Risiko ini sangat berbahaya saat berada di jalan tol atau jalan cepat.
Kelima, kerusakan sistem kemudi. Benturan keras bisa merusak rack steer atau power steering system, terutama jika guncangan disalurkan secara langsung ke setir. Akibatnya, kemudi menjadi berat, terasa "longgar", atau bahkan macet saat diputar.
Keenam, konsumsi BBM bisa meningkat. Jika roda tidak lagi selaras dan ban aus tidak merata, hambatan gulir akan meningkat, dan mesin harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan.
Hal ini menyebabkan efisiensi bahan bakar menurun. Efek jangka panjangnya adalah pemborosan energi dan biaya operasional.
Cara mengurangi risiko kerusakan kendaraan tetap aman saat harus melewati jalan rusak. Antara lain kurangi kecepatan saat mendekati jalan rusak atau lubang.
Hindari lubang jika memungkinkan, namun tetap perhatikan kendaraan di sekitar. Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrik. Lakukan rotasi ban dan spooring secara rutin.
Gunakan ban dan velg yang sesuai dengan kebutuhan (terutama jika sering melintasi jalan rusak). Dan periksa kaki-kaki secara berkala di bengkel terpercaya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah