JP Radar Kediri – banyak pengendara yang masih menganggap remeh urusan memilih oli kendaraan, padahal kesalahan dalam memilih jenis oli bisa berdampak fatal pada performa mesin, bahkan merusak komponen dalam jangka panjang.
Dari overheating, getaran berlebihan hingga mesin macet total, semuanya bisa terjadi hanya karena salah pilih pelumas.
Para ahli otomotif menegaskan bahwa memilih oli tidak boleh sembarangan, karena setiap mesin kendaraan punya kebutuhan pelumas yang berbeda, tergantung pada jenis bahan bakar, sistem kerja mesin, usia kendaraan, hingga kondisi cuaca tempat kendaraan beroperasi.
Oli bukan sekadar pelumas, fungsinya mencakup:
- Melumasi komponen agar tidak aus
- Mendinginkan suhu mesin
- Membersihkan kotoran dan kerak
- Mencegah karat dan korosi
- Menjaga efisiensi bahan bakar
Saat kualitas oli tidak sesuai kebutuhan mesin, fungsi-fungsi tersebut tidak bekerja optimal, akibatnya performa turun drastis, konsumsi BBM meningkat, dan komponen mesin jadi cepat aus.
Baca Juga: Waspada! Ini Tanda-Tanda Velg Kendaraan Harus Segera Diganti!
Jenis-Jenis Oli Berdasarkan Mesin
Berikut ini panduan memilih oli berdasarkan jenis mesin kendaraan:
1. Mesin Bensin Biasa (Naturally Aspirated)
Mobil harian seperti LCGC atau city car biasanya menggunakan mesin bensin biasa. Rekomendasi:
- SAE 10W-30 atau 5W-30
- API Service SN atau SP
- Bisa menggunakan oli semi-synthetic atau full synthetic
2. Mesin Bensin Turbo
Mesin turbo menghasilkan panas lebih tinggi, sehingga butuh oli yang tahan suhu ekstrim.
- SAE 5W-40 atau 0W-40
- Full synthetic direkomendasikan
- API Service SN Plus atau SP
3. Mesin Diesel Non-Turbo
Biasanya ditemukan pada kendaraan niaga atau mobil lama.
- SAE 15W-40 atau 20W-50
- API Service CH-4 atau CI-4
- Oli cenderung lebih kental
4. Mesin Diesel Modern (Common Rail, Turbo Intercooler)
Mesin jenis ini butuh oli berkualitas tinggi karena tekanan dan suhu kerjanya lebih tinggi.
- SAE 5W-30 atau 5W-40
- API Service CI-4 atau CK-4
- Full synthetic disarankan
Selain itu ada juga yang namanya Viskasitos atau yang biasa disebut tingkat kekentalan oli, Viskositas ditandai dengan kode SAE, seperti 10W-40.
- Angka depan (10W) = kemampuan mengalir saat suhu dingin (W = winter)
- Angka belakang (40) = kekentalan saat suhu kerja tinggi
Semakin rendah angka depan, semakin mudah oli mengalir saat mesin dingin, namun jika semakin tinggi angka belakang, semakin kental oli saat mesin panas.
Baca Juga: Mobilmu Cerminan Kepribadianmu? Yuk Intip Sisi Dirimu Lewat Roda Empat Kesayanganmu!
Contoh:
- 0W-20 cocok untuk mesin modern, irit bahan bakar, dan iklim dingin.
- 20W-50 cocok untuk kendaraan tua atau mesin yang aus.
kenapa oli harus disesuaikan dengan mesin kendaraan kamu, karena jika kamu salah memilih oli, bisa berdampak negatif antara lain:
- Overheating
- Penurunan performa mesin
- Komponen aus lebih cepat
- Kerusakan permanen (engine failure)
- Konsumsi BBM meningkat
Berikut Tips Aman Memilih Oli
- Selalu baca buku manual kendaraan
- Cocokkan SAE dan API dengan rekomendasi pabrikan
- Perhatikan kondisi mesin & usia kendaraan
- Jangan asal campur merek oli
- Ganti oli & filter secara rutin
Merawat kendaraan bukan hanya soal tampilan luar, kesehatan mesin adalah kunci kenyamanan dan keamanan berkendara, maka dari itu memilih oli bukan perkara sepele tapi keputusan penting yang menentukan umur mesin dan isi dompetmu.
Jangan tunggu mesin rusak karena salah oli. Kenali kendaraanmu, pahami spesifikasinya, dan gunakan oli yang tepat. Lebih baik repot sedikit daripada menyesal kemudian.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)
Editor : Jauhar Yohanis