Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Air Radiator Warna Pink, Hijau, atau Biru: Apa Bedanya?

Internship Radar Kediri • Senin, 2 Juni 2025 | 21:46 WIB
Air Radiator
Air Radiator

JP Radar Kediri – Buat pemilik motor atau mobil berpendingin cairan, mungkin kamu pernah lihat air radiator (coolant) punya warna yang beda-beda. Ada yang hijau, biru, bahkan pink. Terus, bedanya apa? Mana yang lebih bagus? Dan boleh nggak dicampur?

Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama buat kamu yang baru mulai merawat kendaraan sendiri. Yuk, kita bahas satu-satu dengan bahasa yang gampang dimengerti.

1. Warna = Kode Kandungan dan Tipe Coolant

Warna pada cairan radiator bukan cuma estetika, tapi kode dari komposisi kimia dan jenis zat aditif yang digunakan. Meski tidak ada standar global yang benar-benar baku, secara umum warnanya mewakili tipe berikut:

Coolant Hijau (Inorganic Additive Technology / IAT)

Cocok untuk: Motor/mobil keluaran lama atau sistem pendingin berbahan logam berat seperti besi cor.

Coolant Biru (Hybrid Organic Additive Technology / HOAT)

Cocok untuk: Motor modern dan mobil yang memerlukan perawatan jarang tapi stabil.

Baca Juga: Hal Yang Harus Dilakukan ketika Mobil Pecah Ban saat Melaju di Jalan Tol

Coolant Merah/Pink (Organic Additive Technology / OAT)

Cocok untuk: Mesin modern dan sistem pendingin berbahan aluminium.

2. Jangan Asal Campur Coolant

Banyak yang nggak tahu bahwa mencampur warna coolant bisa bikin masalah. Misalnya, mencampur coolant hijau dengan pink bisa menghasilkan reaksi kimia yang membentuk lumpur atau kerak, bikin jalur pendingin tersumbat dan mesin overheat.

Tipsnya:
Kalau kamu nggak yakin coolant apa yang dipakai sebelumnya, sebaiknya:

3. Boleh Nggak Pakai Coolant Mobil ke Motor?

Secara umum boleh, asalkan:

Tapi tetap paling aman adalah pakai coolant khusus motor, apalagi dengan ukuran radiator yang lebih kecil dan sirkulasi lebih cepat.

4. Ganti Coolant Berapa Lama Sekali?

Meski tahan lama, coolant tetap harus diganti. Patokan umumnya:

Tapi kalau sering terjebak macet atau suhu mesin sering tinggi, bisa dicek lebih cepat. Lihat tanda-tanda seperti:

Warna Menunjukkan Kandungan dan Umur Pakai

Jadi sekarang kamu tahu, warna air radiator bukan hanya soal gaya, tapi juga soal fungsi dan umur pakainya. Jangan asal pilih, apalagi asal campur. Pilih coolant sesuai kebutuhan motormu, dan perhatikan rekomendasi dari pabrik.

Merawat sistem pendingin sama pentingnya kayak ganti oli. Sedikit telat, bisa bikin mesin rusak atau overheat.(kem)


Penulis: Kemal Fahreza Jibran

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Radiator Motor #mencegah #Overheat #coolant