Kediri, JP Radar Kediri - Memilih bahan bakar yang tepat bukan cuma soal harga, tapi juga soal kinerja mesin dan efisiensi jangka panjang. Di Indonesia, pilihan BBM yang umum digunakan untuk kendaraan bensin adalah Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Lalu, apa bedanya dan mana yang paling cocok untuk kendaraanmu?
- Pertalite (RON 90)
Cocok untuk:
Motor dan mobil kecil keluaran lama atau yang belum menggunakan teknologi injeksi modern.
Kelebihan:
- Harga paling terjangkau dibanding yang lain.
- Masih mudah ditemukan di SPBU seluruh Indonesia.
Kekurangan:
- Oktan rendah → kurang optimal untuk mesin modern.
- Lebih cepat menguap dan bisa meninggalkan kerak di ruang bakar jika digunakan dalam jangka panjang pada mesin berteknologi tinggi.
- Pertamax (RON 92)
Cocok untuk:
Mobil dan motor keluaran terbaru, khususnya yang sudah menggunakan teknologi injeksi, DOHC, atau turbo ringan.
Kelebihan:
- Pembakaran lebih sempurna.
- Ramah lingkungan karena emisi lebih rendah.
- Lebih efisien dan menjaga mesin tetap bersih.
Kekurangan:
- Harga lebih tinggi dari Pertalite, tapi sebanding dengan performa yang didapat.
- Pertamax Turbo (RON 98)
Cocok untuk:
Mobil performa tinggi, mesin turbo, atau kendaraan premium (seperti mobil Eropa, sportscar, atau mobil dengan kompresi tinggi).
Kelebihan:
- Pembakaran sangat optimal untuk mesin berkompresi tinggi.
- Menjaga performa mesin tetap maksimal.
- Mengandung Ignition Boost Formula (IBF) untuk akselerasi responsif dan efisiensi tinggi.
Kekurangan:
- Harga paling mahal.
- Kurang cocok untuk kendaraan harian biasa karena kelebihan spesifikasi.
| BBM | RON | Cocok Untuk | Harga |
| Pertalite | 90 | Kendaraan lama / standar | Paling murah |
| Pertamax | 92 | Kendaraan modern harian | Menengah |
| Pertamax Turbo | 98 | Mobil turbo / performa tinggi | Paling mahal |
Bagaimana BBM Memengaruhi Mesin?
Setiap jenis BBM dirancang untuk mesin dengan rasio kompresi tertentu:
- RON 90 (Pertalite) cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 8:1 hingga 9:1.
- RON 92 (Pertamax) ideal untuk rasio 9:1 hingga 10:1.
- RON 98 (Pertamax Turbo) dibutuhkan mesin dengan kompresi di atas 11:1.
Jika kamu memakai BBM beroktan rendah pada mesin berkompresi tinggi, hasilnya bisa:
- Detonasi (knocking) atau ngelitik.
- Mesin terasa kurang bertenaga.
- Komponen mesin lebih cepat aus.
Sebaliknya, memakai BBM beroktan tinggi pada mesin biasa memang tidak merusak, tapi juga tidak memberikan manfaat signifikan—alias pemborosan.
Mitos yang Sering Beredar
- “Semakin mahal BBM, semakin bagus buat semua motor/mobil.”
➤ Salah. BBM harus sesuai dengan karakter mesin. Mobil/motor jadul bisa malah kurang optimal pakai BBM beroktan tinggi. - “Pertamax bikin mesin jadi cepat panas.”
➤ Miskonsepsi. Justru pembakaran BBM beroktan tinggi lebih bersih dan stabil, sehingga menjaga suhu kerja mesin tetap ideal. - “Campur Pertalite dan Pertamax aman.”
➤ Kurang disarankan. Mencampur BBM bisa membuat pembakaran tidak konsisten. Mesin bisa mengalami knocking atau kehilangan performa.
Tips Supaya Mesin Awet & Performa Optimal
- Gunakan BBM sesuai rekomendasi pabrik, biasanya tertulis di buku manual atau stiker dekat tangki bensin.
- Hindari isi BBM dari jerigen atau tempat tidak resmi.
- Rutin bersihkan injektor dan filter bensin agar pembakaran tetap maksimal.
- Jangan biarkan tangki sering kosong—endapan kotoran bisa tersedot dan menyumbat sistem bahan bakar.
Memahami perbedaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo bisa membantumu membuat pilihan lebih cerdas dan hemat. Jangan hanya terpaku pada harga—lihat juga kebutuhan mesin dan dampaknya dalam jangka panjang. Mesin sehat, performa maksimal, dan kantong pun tetap aman.
Penulis : Annin Firnanda
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira