Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sering Diabaikan! 7 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Mobil Cepat Rusak

Internship Radar Kediri • Rabu, 7 Mei 2025 | 20:56 WIB
7 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Mobil Cepat Rusak
7 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Mobil Cepat Rusak

Kediri, JP Radar Kediri - Banyak pemilik mobil tidak sadar bahwa kebiasaan sehari-hari saat mengemudi bisa memperpendek umur kendaraan mereka. Meskipun mobil dirancang untuk tahan lama, perlakuan yang keliru justru membuat komponen cepat aus dan menambah biaya perawatan. Berikut beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan pengemudi, dan sebaiknya segera ditinggalkan.

  1. Menginjak Pedal Kopling Terus-menerus

Untuk pengguna mobil manual, ini adalah salah satu kebiasaan paling umum. Menahan kaki di pedal kopling saat berhenti atau menunggu lampu merah bisa membuat kampas kopling cepat aus. Sebaiknya gunakan rem tangan saat berhenti, dan injak kopling hanya saat benar-benar diperlukan.

  1. Tidak Memanaskan Mesin dengan Benar

Mesin mobil, terutama mobil bermesin bensin, butuh waktu beberapa saat untuk mencapai suhu kerja ideal. Mengemudi langsung dengan kecepatan tinggi setelah menyalakan mesin bisa menyebabkan keausan dini pada komponen internal. Cukup panaskan mesin sekitar 1–2 menit sebelum jalan.

  1. Mengabaikan Bunyi Aneh dari Mobil

Bunyi berdecit, berdetak, atau berderit bisa jadi tanda adanya masalah serius. Tapi banyak pengemudi mengabaikannya karena dianggap “biasa”. Padahal, bunyi tersebut bisa menandakan kerusakan pada rem, suspensi, atau sistem kemudi.

  1. Mengisi Bahan Bakar Saat Tangki Hampir Kosong

Mengemudi dengan tangki bensin hampir kosong secara terus-menerus dapat membuat pompa bahan bakar bekerja lebih keras dan berisiko rusak. Endapan kotoran dari dasar tangki juga bisa tersedot masuk ke sistem bahan bakar.

  1. Membiarkan Mobil Terlalu Lama di Gigi ‘D’ (untuk Transmisi Otomatis)

Pada mobil matik, banyak pengemudi yang tetap membiarkan tuas transmisi di posisi ‘D’ saat berhenti lama, seperti di lampu merah. Ini membuat transmisi bekerja terus dan bisa memperpendek usia komponennya. Gunakan posisi netral atau “N” saat berhenti cukup lama.

  1. Menghantam Polisi Tidur atau Lubang dengan Kecepatan Tinggi

Sering menabrak jalan rusak, polisi tidur, atau lubang dengan kecepatan tinggi akan merusak kaki-kaki mobil seperti suspensi, velg, bahkan sistem kemudi. Kurangi kecepatan saat melintasi jalan yang tidak rata.

  1. Mengabaikan Servis Berkala

Servis rutin bukan hanya soal ganti oli. Pemeriksaan menyeluruh terhadap rem, ban, aki, dan sistem pendingin juga penting untuk menjaga performa mobil. Mengabaikannya bisa menyebabkan kerusakan yang seharusnya bisa dicegah lebih awal.

Kebiasaan kecil saat mengemudi bisa berdampak besar pada usia kendaraan. Dengan menghindari kebiasaan buruk di atas, kamu bukan hanya menjaga performa mobil tetap optimal, tapi juga menghemat biaya perbaikan jangka panjang.

Penulis : Annin Firnanda

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#velg #Pedal kopling #bahan bakar