Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hilangnya Substansi Demo di Kediri

Wahyu Adji Febrianto • Jumat, 5 September 2025 | 05:00 WIB
Gedung DPRD yang Dibakar massa malam ini.
Gedung DPRD yang Dibakar massa malam ini.

Demo yang awalnya dilakukan di Kota Kediri pada Sabtu (30/8) kemarin berakhir tragis. Beberapa gedung yang sengaja dibakar oknum massa menjadi bukti bahwa demo tersebut sudah melenceng jauh dari tujuan awalnya.

Akhir-akhir ini, demonstrasi terjadi di banyak daerah di Indonesia. Tuntutan mereka sama, yaitu menyoroti kinerja DPR RI, termasuk yang menjadi salah satu perhatian utama yaitu perihal tunjangan dan gaji fantastis anggota DPR. Di Jakarta, demo berlangsung dengan suasana yang penuh ketegangan.

Bahkan salah satu yang menjadi perhatian publik adalah sebuah insiden yang terjadi di Pejompongan, yaitu saat kendaraan taktis milik Brimob yang saat itu bermaksud untuk membubarkan masa, justru melindas seorang pengemudi ojek online yang saat itu kabarnya tidak sedang demo, melainkan sedang mengantarkan pesanan makanan.

Pengemudi yang meninggal tersebuit bernama Affan Kurniawan yang ternyata masih muda, yaitu berumur 20 tahun.

Sontak, kejadian di Pejompongan tersebut menarik amarah sebagian besar masyarakat. Mereka menyayangkan bahkan mengecam keras apa yang dilakukan personil Brimob yang mengendarai mobil taktis tersebut.

Praktis, kejadian tersebut menjadi salah satu pemicu demo besar yang terjadi di banyak daerah di Indonesia, selain soal tuntutan terhadap DPR RI.

Demo yang terjadi di beberapa daerah juga sebagian besar berakhir ricuh. Di Jawa Timur, bahkan oknum massa membakar beberapa pos polisi di Kota Surabaya. Bahkan salah satu gedung di Gedung Negara Grahadi juga tak luput menjadi sasaran untuk dibakar massa.

Kabarnya, gedung sisi barat yang di bakar di Grahadi merupakan ruang kerja dari Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak.

Sedangkan di Kediri Raya, tepatnya di Kota dan Kabupaten Kediri, kondisinya juga tak jauh beda dari daerah lain. Demo yang terjadi di Kota dan Kabupaten Kediri juga berakhir ricuh, mengakibatkan beberapa gedung milik pemerintah, milik instansi polri, dan beberapa fasum rusak.

Jika berbicara mengenai demo yang terjadi di Kota dan Kabupaten Kediri, awalnya, demo tersebut berlangsung tertib.

Diawali dengan berkumpul di Budaran Sekartaji, Kota Kediri, perwakilan massa menyampaikan orasi tentang tuntutan-tuntutan dalam aksi tersebut, setelah itu, mereka bergeser ke Mapolres Kediri Kota yang letaknya tak jauh dari titik kumpul awal.

Nah, di Mapolresta Kediri inilah, bibit-bibit kericuhan mulai terasa, sampai akhirnya massa melempari Mapolres Kediri Kota dan merusak beberapa fasilitas lain milik kepolisian. Mereka juga terlihat membakar water barrier dan beberapa kendaraan milik kepolisian, salah satunya adalah mobil.

Selanjutnya, masssa bergerak dari Mako Polresta Kediri untuk menuju ke Kantor DPRD Kota Kediri. Di kantor yang terletak di Jalan Mayor Bismo tersebut, perbuatan mereka semakin menggila.

Gedung DPRD Kota Kediri yang berdiri kokoh dibakar oleh massa. Tak hanya sampai disitu, mereka juga mengambil barang-barang yang masin tersisa.

Tak selesai sampai di situ, setelah berhasil membakar Gedung DPRD Kota Kediri, mereka bergerak menuju ke Kantor DPRD Kabupaten Kediri. Di kantor yang terletak di Jalan Soekarno Hatta tersebut, apa yang dilakukan massa semakin ngawur. Mereka juga membakar Kantor DPRD Kabupaten Kediri.

Tak hanya itu, yang lebih mirisnya adalah, mereka juga membakar sebagian gedung di Kompleks Pemkab Kediri. Tak hanya membakar, mereka juga menjarah hampir semua kantor yang berada disana, mengambil sebagian besar barang-barang milik pemerintah dan ada beberapa barang milik pribadi.

Apa yang dilakukukan massa, terutama di DPRD dan Kantor Pemkab Kediri membuat Pemkab Kediri lumpuh. Sangat miris ketika melihat massa menjarah semua benda dan aset milik pemerintah, yang padahal berguna untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Padahal, demonstrasi adalah hak yang dilindungi untuk menyuarakan aspirasi rakyat.

Namun, saat aksi berubah menjadi sebuah tindakan anarkis, seperti yang terjadi di Kota dan Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8) lalu jelas menodai substansi sesungguhnya dari demonstrasi.

Pembakaran gedung dan aset pemerintah menyebabkan lumpuhnya pelayanan publik. Massa yang melakukan tindakan anarkis tersebut tak sadar bahwa masyarakat juga akan menjadi korban utama atas aksi ngawur yang mereka lakukan.

Aksi anarkis demonstrasi di Kediri menjadi bukti kegagalan dalam menyalurkan aspirasi secara dewasa. Demokrasi memberikan wadah untuk segala macam perbedaan pandangan, namun bukan seharusnya digunakan untuk menghancurkan apa yang telah dibangun bersama-sama. Sudah seharusnya massa demonstrasi harus kembali ke esensi sesungguhnya demonstrasi, yaitu menyuarakan aspirasi dengan damai.

Satu hal yang tidak kalah penting perlu dipahami dan ditanamkan di pikiran massa demonstrasi, merusak fasilitas umum bukan sebuah solusi, namun adalah sebuah bencana untuk kesejahteraan bersama.

Sudah seharusnya pada waktu yang akan datang mereka belajar dari kejadian di Kota dan Kabupaten Kediri kemarin untuk melakukan demonstrasi yang lebih dewasa dan bijak. (Penulis adalah Wartawan Jawa Pos Radar Kediri)

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #kerusuhan #demo