Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Stadion Brawijaya Nasibmu Kini

Andhika Attar Anindita • Senin, 10 Februari 2025 | 07:18 WIB

 

ANDHIKA ATTAR
ANDHIKA ATTAR

KEDIRI memiliki tim sepak bola yang tangguh. Terlebih, jika menilik sejarah panjang kesebelasan ini. Persik sukses mengukir namanya di kompetisi nasional. Bahkan, Macan Putih dua kali menjadi kampiun liga tertinggi di Indonesia.

Tim dengan maskot Macan ini merengkuh juara pada 2003 dan 2006. Predikat ini akan selalu melekat di hati warga Kediri. Terutama mereka yang mendukung Persik. Lambang dua bintang di dada menjadi kebanggaan yang akan dibawa hingga mati.

Nama Persik Kediri di kancah nasional mulai diperhitungkan pada awal 2000-an. Tim dengan warna kebesaran ungu ini berhasil promosi ke kasta tertinggi di musim 2002. Meski berhasil naik kelas, Macan Putih hanya menjadi tim gurem.

Pasalnya, hampir tidak ada bintang besar yang merapat ke Kota Tahu. Namun, itu tidak menjadi kelemahan. Justru hal tersebut semakin menebalkan semangat para pemain untuk berlaga. Seperti yang akhirnya kita semua tahu, kampiun kasta tertinggi sukses direngkuh.

Tahun 2003 benar-benar menjadi spesial bagi publik Kediri. Tim kebanggaan berhasil menjadi jawara. Tak cukup sampai di situ. Musim 2006, Persik kembali merengkuh predikat terbaik. Gelar kedua sukses disabet.

Banyak memori indah terpatri di hati Persikmania. Terutama laga-laga yang digelar di Stadion Brawijaya. Hampir setiap laga pasti membeludak. Tak peduli siapa lawannya. Bahkan tidak jarang stadion di jantung Kota Tahu ini kelebihan muatan.

Berbicara Persik tentu tidak akan lepas dari Stadion Brawijaya. Kandang macan ini menjadi rumah ternyaman. Sayang, kurang maksimalnya perawatan dan renovasi membuat stadion ini terkesan tak diperhatikan.

Melihat Stadion Brawijaya sekarang nyaris tidak ada beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya renovasi ringan yang dilakukan. Stadion ini seakan tidak berbenah. Padahal, tim-tim Liga 1 berlomba-lomba mempercantik kandangnya. Tetapi tidak dengan Kediri.

Kondisi ini berlangsung sudah bertahun-tahun lamanya. Pemkot Kediri harusnya dapat lebih proaktif. Namun, satu-dua alasan selalu menjadi ganjalannya. Semoga di era kepemimpinan Wali Kota baru, Stadion Brawijaya dapat dipermak.

Kita seharusnya malu melihat stadion tercinta ini menjadi cemoohan di dunia maya. Mulai dari tribun hingga rumput lapangan kerap menjadi sorotan. Seperti saat laga Persik kontra PSS Sleman. Hujan yang mengguyur membuat lapangan tergenang.

Akibatnya aliran bola tersendat. Taktik tidak berjalan maksimal. Laga kandang yang memiliki peluang menang jadi terbuang. Tidak hanya tim tuan rumah. Tim tamu juga kesulitan bermain.

Kondisi ini mendapat sorotan dari banyak pihak. Bahkan, genangan di lapangan Stadion Brawijaya sempat viral di media sosial. Berbagai gunjingan dan cemooh dilayangkan. Sudah sepatutnya kita malu dengan itu semua.

Akankah Stadion Brawijaya direnovasi? Akankah stadion ini tetap akan menjadi kandang Persik Kediri? Atau apakah Macan Putih nanti resmi pindah kandang ke Gelora Daha Jayati? Mari kita lihat.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri.   Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#sepak bola #persik #kampiun #stadion brawijaya #kota kediri