Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jejak Sejarah dan Funnelling

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 17 Juli 2023 | 18:52 WIB

 

Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Tepat hari H
ulang tahun Radar Kediri, 12 Juli lalu (2023), kami bikin acara “Rumbling City Tour”. Konsepnya: Diikuti para pelajar SMA/SMK se-Kediri Raya, diajak mengunjungi ikon dan situs-situs bersejarah, diajari cara menulis dan memotret sesuai dengan kaidah jurnalistik, lalu diminta menulis atau memotret tempat-tempat yang dia kunjungi, di-upload di akun media sosial (medsos) mereka, lalu karya mereka dinilai. Selanjutnya, dipilih tulisan dan potret yang terbaik.

Mengapa menggunakan istilah “rumbling”? Rumbling adalah istilah untuk jalan-jalan keliling kota, di kalangan para komunitas pecinta atau kolektor VW (Volkswagen). Dan di acara tersebut, kami memang mengajak komunitas VW di Kediri.

Ada delapan unit mobil VW (rata-rata produk VW jadul) yang membawa 50 pelajar peserta “Rumbling City Tour” tersebut. Ada empat titik yang dikunjungi. Pertama, berangkat dari kawasan “Wisata Taman Hijau” di kompleks Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. Kedua, situs arca Totok Kerot, di Pagu, Kabupaten Kediri. Ketiga, Goa Selomangleng di Kota Kediri. Dan keempat, Museum Airlangga di Kota Kediri.

Setidaknya ada dua misi di balik kegiatan “Rumbling City Tour” ini. Pertama, menanamkan rasa cinta terhadap sejarah melalui situs-situs bersejarah yang dikunjungi. Di situs arca Totok Kerot, para pelajar mendapatkan cerita seputar keberadaan dari arca Totok Kerot yang terkait dengan kisah raja legendaris dari Kediri, Prabu Jayabaya. 

Di Gua Selomangleng, para pelajar mendapatkan cerita tentang asal-muasal gua tersebut. Para ahli sejarah memperkirakan, gua itu dibuat pada abad 10-11 Masehi. Keberadaan dari goa ini dikaitkan dengan petilasan Dewi Kilisuci yang punya nama lain Sanggramawijaya Tunggadewi, merupakan putri mahkota Raja Airlangga yang memerintah Kerajaan Kahuripan. Berarti, gua ini mengait dengan sejarah dari Kerajaan Kahuripan. Dan Kerajaan Kediri, merupakan hasil dari pembagian wilayah kekuasaan Kerajaan Kahuripan.

Sedangkan di Museum Airlangga, para pelajar ditunjukkan terhadap sekitar 147 buah koleksi arkeologi maupun etnografi yang merupakan peninggalan dari masa Kerajaan Kediri.

Ketika para pelajar mengetahui tentang kisah-kisah sejarah di masa lalu, lalu dia tuliskan langsung tentang kisah-kisah sejarah tersebut, maka diharapkan akan tertanam di otak mereka penggalan dari perjalanan sebuah bangsa. Di situs arca Totok Kerot, diharapkan para pelajar semakin penasaran dengan kisah kejayaan dari Raja Jayabaya di Kerajaan Kediri. Bahwa, dulu, di Kediri, pernah ada seorang raja yang dikenal punya kelebihan. Kelebihan dari sisi kekuatan fisik (sakti), kelebihan dari sisi sifat dan karakter (bijaksana), dan kelebihan mampu memprediksi apa yang terjadi di Nusantara di masa mendatang. Dalam hal ini, Raja Jayabaya sangat terkenal dengan ramalan-ramalanya, yang banyak ahli menyebut, sebagian besar ramalan dari Jayabaya benar-benar terbukti dan terjadi.

Dikaitkan dengan era sekarang ini, rasanya sangat sulit punya pemimpin seperti Raja Jayabaya. Kuat kepemimpinannya, bijaksana cara memimpinnya, dan punya prediksi atau intuisi yang kuat untuk masa yang akan datang. Nah, dari sinilah, diharapkan, para pelajar menjadi terstimulus untuk mencari tahu tentang kisah inspiratif dari Raja Jayabaya. Sehingga diharapkan mampu membentuk karakternya secara lebih positif.

Misi kedua dari “Rumbling City Tour” ini adalah berikhtiyar untuk mengemas sebuah acara edukasi yang lebih menarik untuk generasi belia. Para peserta “Rumbling City Tour” rata-rata berusia antara 16-17 tahun. Berarti, mereka tergolong generasi Z.

Menurut Hellen Katherina dari Nielsen Indonesia, generasi Z adalah masa depan. Mereka punya beberapa karakter yang positif. Di antaranya lebih serba bisa, berpikiran lebih terbuka, dan lebih ramah terhadap teknologi.

Dari segi ekonomi, menurut survei Nielsen, generasi Z sudah mempengaruhi perputaran ekonomi dunia sebanyak 62 persen.

“Rumbling City Tour” menawarkan sebuah konsep menarik, mengajak para generasi Z untuk mendatangi situs-situs bersejarah dengan cara yang unik dan menciptakan pengalaman mengasyikkan. Yakni dengan mengendarai mobil-mobil jadul VW. Selanjutnya mereka harus mengupload hasil kunjungannya ke akun medsos mereka. Dan ternyata, rata-rata mereka sangat menikmati dan bersemangat ketika mengupload hasil kunjungannya itu ke medsos mereka.

“Rumbling City Tour” bisa dikembangkan lebih lanjut melalui berbagai acara yang lain. Kegiatan ini sesungguhnya bisa digunakan sebagai “funnelling” untuk mengarahkan generasi muda agar lebih peduli dan lebih mencintai sejarah. Generasi muda adalah masa depan bangsa. Dan sejarah adalah pondasi penting sebuah peradaban bangsa. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Jejak Sejarah #HUT Radar Kediri #sejarah #catatan awal pekan