Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Apa Itu Willow Project? Kontroversi dan Dampaknya pada Perubahan Iklim Bumi

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 7 Juni 2023 | 17:59 WIB
Oleh: Innaya Amalia Santoso, Irzam Ghivar Kawarizmi, Lalu Satria Islami, Mustika Eka Chandria, Rani Latifa Febriani, Syarifah Nurhasanah Jamalullail, Zuhri Al Hadid
Oleh: Innaya Amalia Santoso, Irzam Ghivar Kawarizmi, Lalu Satria Islami, Mustika Eka Chandria, Rani Latifa Febriani, Syarifah Nurhasanah Jamalullail, Zuhri Al Hadid
Setiap kebijakan dan langkah yang diambil oleh Amerika Serikat selalu menarik perhatian karena sering kali berdampak instan kepada negara lainnya. Hal tersebut tentunya tidak mengherankan, mengingat Amerika Serikat yang keluar sebagai pemenang Perang Dingin hingga saat ini masih menyandang gelar sebagai hegemoni dunia. Di bawah kepemimpinan Joe Biden, Amerika Serikat memperkenalkan sebuah rencana pembangunan barunya yang cukup kontroversial bernama “Willow Project”. Willow Project direncanakan akan menjadi sebuah usaha pengeboran minyak yang dilakukan di wilayah utara Alaska tepatnya di National Petroleum Reserve in Alaska (NPR-A) yang merupakan wilayah kepemilikan pemerintah federal Amerika Serikat. Kegiatan ini sudah mendapatkan kesepakatan dari kedua belah pihak, yakni pemerintah Amerika Serikat bersama sebuah perusahaan energi integral berskala internasional bernama ConocoPhillips. Pemerintah Amerika Serikat tertarik untuk menggarap proyek di Alaska ini sebab wilayah yang biasanya diselimuti salju itu memiliki cadangan minyak yang mencapai angka 600 juta barel dan jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi nasional Amerika Serikat untuk beberapa waktu mendatang. Namun, hal tersebut tidak lah mudah mengingat eksistensi dari proyek yang belum berjalan ini sudah menuai banyak pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Amerika Serikat mengklaim bahwa kegiatan ini akan membawa dampak positif berupa terciptanya sejumlah lapangan kerja baru, menuai keuntungan yang cukup besar hingga mencapai angka hingga 8 milliar dollar AS, dan tentunya mampu membawa Amerika Serikat keluar dari ketergantungan energi nasional dari negara lain. Namun, di sisi lain Willow Project akan menjadi ancaman serius bagi perubahan iklim yang akan dimulai dari peningkatan suhu bumi, diikuti kenaikan tinggi permukaan air laut di seluruh dunia, hingga mengancam kelangsungan hidup flora dan fauna endemik di wilayah tersebut seperti rusa dan beruang. Selain itu, Willow Project yang baru disetujui pada 13 Maret 2023 ini tentunya akan sangat bertentangan dengan agenda serta komitmen Amerika Serikat dalam tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah disusun oleh PBB sebagai bagian dari Agenda 2030 PBB. Fokus utama SDGs secara garis besar ialah mengakhiri rantai kemiskinan di berbagai belahan dunia, melindungi planet bumi dari segala bentuk pencemaran yang akhirnya menyebakan perubahan iklim, serta memastikan kehidupan yang sejahtera dan inklusif bagi semua masyarakat secara global.

Meskipun keberadaan dari Willow Project sendiri diketahui sejalan dengan tujuan SDGs untuk memudahkan akses dan ketersediaan energi yang bersih dan terjangkau bagi segala kalangan. Namun, disisi lain terdapat beberapa bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dari keberadaan Willow Project yang tidak sejalan dengan tujuan-tujuan lain yang terdapat dalam SDGs, terutama yang memiliki keterkaitan dengan penanganan perubahan iklim, penjagaan ekosistem laut dan darat, serta konsumsi dan produksi industri yang bertanggung jawab. Hal tersebut sejalan dengan pendapat para peneliti yang mengatakan bahwa terdapat setidaknya sekitar 287 Juta metrik ton emisi karbon dioksida yang akan ditimbulkan dari keberlangsungan Willow Project. Hal tersebut tentunya berdampak sangat besar terhadap keseimbangan ekosistem bahkan mampu menyebakan perubahan iklim dan meningkatkan panas bumi secara global dalam beberapa waktu mendatang. Ada pun kita harus menggaris bawahi fakta bahwa wilayah Alaska sendiri terletak di bagian kutub utara bumi dan memiliki peran yang signifikan dalam menjaga tinggi permukaan air laut bumi. Jika Willow Project tetap dijalankan dalam waktu dekat tanpa mempertimbangkan kembali dampaknya terhadap lingkungan, maka tidak heran jika suatu saat tinggi muka air laut akan bertambah, sebab pemanasan global yang dihasilkan dari emisi karbon CO2 mampu mengakibatkan keberadaan gletser dan gunung-gunung es di wilayah kutub mencair dengan lebih cepat sehingga berdampak kepada tenggelamnya pulau-pulau kecil di berbagai belahan di dunia dan bumi akan kehilangan sebagian daratannya.

Pada akhirnya keberadaan dari Willow Project ini tidak hanya mengancam keberlangsungan hidup manusia saja, tetapi juga mengancam berbagai aspek kehidupan dimuka bumi jika terus dilanjutkan. Oleh karena itu, banyak peneliti dan pihak-pihak dari Ameika Serikat sendiri khususnya penduduk asli Alaska bahkan masyarakat internasional yang turut mengecam kebijakan Amerika Serikat dalam mengeksploitasi minyak di wilayah tersebut dengan alasan menjaga keseimbangan iklim dunia. Bahkan, terdapat salah satu petisi dalam media online yang telah ditandatangani sekitar 1,5 Juta orang di seluruh dunia untuk menolak kebijakan pemerintah Amerika Serikat tersebut. Dunia menuntut komitmen Amerika Serikat terhadap SDGs, mengingat perannya sebagai sebuah negara besar yang tentu menjadi acuan banyak negara lainnya. Keberadaan Willow Project dianggap akan sangat merugikan masyarakat global tertutama dengan adanya Agenda SDGs yang telah dirancang bersama demi menjaga keseimbangan bumi. Berbagai bentuk kerusakan lingkungan dan perubahan iklim bumi yang pada akhirnya dapat dihasilkan dari proyek ini memaksa keterlibatan masyarakat internasional untuk bergerak bersama demi menolak keberlangsungan Willow Project yang direncanakan oleh pemerintahan Amerika Serikat sebagai upaya dalam penegakan tujuan SDGs untuk mencapai pembangunan berkelanjutan yang lebih baik dan sehat di masa mendatang. Terlebih lagi mengingat bahwa SDGs lahir untuk kepentingan bersama penduduk bumi. (Para Penulis adalah Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Mataram) Editor : Anwar Bahar Basalamah
#amerika serikat #opini #minyak bumi #willow projek #alaska