NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Pemasangan dua unit eskalator di Pasar Kertosono akan segera dilakukan. Karena escalator yang diimpor dari Tiongkok sudah tiba di Indonesia. “Sudah tiba di Tanjung Priok, Jakarta. Hari ini (kemarin, Red) kemungkinan perjalanan ke Nganjuk,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo kemarin.
Eskalator sengaja diimpor dari Tiongkok karena secara kualitas dan harga, memenuhi. Dua unit escalator tersebut dipatok Rp 1,3 miliar. Rencananya dipasang untuk menghubungkan lantai 1 dengan 2. Pengunjung tidak akan repot atau capek jika ingin berbelanja di lantai 2 dan sebaliknya. “Setelah datang langsung dipasang,” tandas Gunawan.
Selain menunggu kedatangan eskalator, rekanan juga ngebut finishing untuk Pasar Kertosono. Sesuai dengan kontrak, pembangunan lantai 2, trotoar, dan taman harus selesai pada 26 Desember. Itu artinya waktu tersisa hanya seminggu. Jika terlambat maka rekanan akan kena denda. Dana yang disiapkan juga tidak bisa diserap. Sebab, penyerapan anggaran 100 persen bisa dilakukan jika pengerjaan sudah tuntas dan laporan pertanggungjawaban (LPj) selesai dibuat.
Baca Juga: Keberadaan Rumah Tawon di Trayang Ngronggot Nganjuk Bikin Warga Ketakutan
Setelah pembangunan lantai 2 selesai, dinas PUPR akan menyerahkan bangunan ke disperindag. Karena pengelolaan Pasar Kertosono ada di tangan disperindag. Pedagang Pasar Kertosono bisa segera menempati los di lantai 2.
Terpisah, Nunuk Rahayu, 50, pedagang pakaian di Pasar Kertosono berharap, pembangunan lantai 2 segera selesai. Eskalator yang dikabarkan akan dipasang segera terwujud. Karena pedagang di sana sangat ingin pasar di timur Nganjuk itu kembali ramai. “Mudah-mudahan Pasar Kertosono ramai seperti dulu dengan adanya bangunan baru ini,” harapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah