Kabeh iki mergo kahanan, ben iso nyukupi kebutuhan, aku kerjo esuk sore, nanging kowe sambat wae, jaremu balungan kere.
Lagu dari Band Ndarboy Genk itu terdengar di salah satu sudut Jalan Ahmad Yani menemani pengunjung angkringan mobil menikmati hidangan. Tidak hanya di satu tempat tersebut, lagu dengan lirik bahasa Jawa juga diputar di angkringan mobil yang pembelinya harus lesehan di trotoar saat makan. Angkringan mobil ini menjadi tren baru di Kabupaten Nganjuk. Khususnya di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Nganjuk. Karena sejak KEN dibangun, ada puluhan angkringan yang berjajar di kanan dan kiri jalan yang memiliki panjang sekitar 1,6 kilometer (Km) itu.
Bentuk dari angkringan tersebut juga sangat bermacam-macam. Paling banyak adalah angkringan dengan menggunakan gerobak. Lainnya, ada angkringan dengan bentuk lesehan atau angkringan dengan menggunakan mobil.
Untuk makanan dan minuman yang dijual juga bervariasi. Mayoritas makanan di angkringan adalah nasi bakar dengan jajanan yang ditusuk. Sedangkan, untuk minuman, para penjual biasa menjual minuman seduhan.
“Sejak trotoar dibangun jadi banyak angkringan yang berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani,” terang Weldan Pratama, 21, seorang pemilik angkringan mobil.
Pemuda asal Desa Kenep, Kecamatan Loceret itu mengatakan, jika dia mulai menggeluti usaha angkringan sejak bulan Agustus lalu. Niat tersebut muncul ketika mahasiswa semester V S1 Keperawatan tersebut ingin mendapat uang jajan tambahan. “Lumayan buat nambah uang jajan saat kuliah,” ungkapnya.
Walaupun belum genap satu tahun, angkringan milik Weldan sudah sangat ramai. Bahkan dalam semalam, Weldan dapat menerima pendapatan kotor hingga Rp 2 juta. Pendapatan tersebut bisa didapat Weldan saat akhir pekan atau hari libur.
Namun saat hari efektif, pendapatan Weldan bisa turun drastis. Paling sedikit, Weldan mengaku pernah hanya mendapat uang Rp 100 ribu dalam semalam. “Biasanya kalau sedang hujan. Jadi rugi karena banyak makanan yang basi,” ungkapnya.
Pendapatan lebih banyak bahkan pernah didapat oleh Ibrohim, 27, seorang penjual angkringan mobil di Jalan Ahmad Yani. Pria Kelahiran Kabupaten Sidoarjo yang kini bertempat tinggal di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret itu mengaku pernah mendapat uang hingga Rp 3 juta semalam. “Buka mulai jam 5 sore dan tutup jam 1 malem,” ungkapnya.
Keuntungannya mencapai jutaan rupiah. Namun, tidak dinikmati Ibrohim sendiri. Karena mayoritas makanan yang dijual oleh Ibrohim adalah titipan warga sekitar. “Banyak yang titip dagangan karena butuh untuk sangu anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Amanda, 21, warga Bagor Kulon, Kecamatan Bagor mengaku sering ke angkringan yang berada di Jalan Ahmad Yani. Tujuannya mencari makan malam. “Sekalian nongkrong sama teman-teman,” imbuhnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah