Adanya Tugu Brambang ini menambah keindahan Kota Angin. Karena sebelumnya, di perempatan itu adalah Tugu Adipura. Sayang, karena ukuran tugu dan Piala Adipura yang kecil membuatnya kurang menarik. Ini berbeda dengan Tugu Brambang yang bisa menyala di malam hari. “Jika brambangnya lebih besar maka akan lebih indah dan megah,” imbuh Sudarto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo melalui Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Evi Apriliani mengatakan, jika pembangunan Tugu Brambang tersebut masih belum selesai hingga kemarin malam. Meski lighting sudah dipasang dan menyala di malam hari tetapi itu proyek itu masih belum selesai. “Masih dalam tahap finishing sekarang,” ujarnya.
Untuk itu, Tugu Brambang masih belum diserahkan rekanan ke pemkab. Karena memang target pembangunan Tugu Brambang ini adalah bulan depan. Dana yang digunakan untuk membangun Tugu Brambang ini satu paket dengan dengan Tugu Adipura di pertigaan Jalan Mastrip yang sebelah selatan. Anggaran untuk pengerjaan dua proyek itu sebesar Rp 191 juta. Karena anggaran di bawah Rp 200 juta maka proyek ini tidak dilelang alias penunjukan langsung. Pelaksana proyek ini sendiri adalah CV Kurnia Jaya.
Evi mengatakan, pembangunan Tugu Brambang bertujuan memperindah Kota Angin. Sekaligus, mendukung Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) di Jalan A. Yani Nganjuk. Harapannya, warga luar kota akan berbondong-bondong ke Kota Angin. Sehingga, perekonomian masyarakat meningkat. Editor : Anwar Bahar Basalamah