Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pasar Baru Kertosono Sekarang Punya Lima AC

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 14 Desember 2023 | 18:56 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Perubahan bentuk Pasar Kertosono dari pasar tradisional menjadi mirip mal akan berdampak besar. Salah satunya adalah pengeluaran bulanan. Dipastikan tagihan listrik di Pasar Kertosono akan membengkak. Karena ada dua eskalator yang akan beroperasi setiap hari. Untuk mengoperasikan satu eskalator itu membutuhkan daya sampai 11.000 watt. Jika dua eskalator maka kebutuhan daya listrik sebesar 22.000 watt. 

Selain eskalator, Pasar Kertosono juga akan dilengkapi dengan air conditioner (AC). “Akan dipasang lima AC di Pasar Kertosono,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo.

Lima AC yang akan dipasang di Pasar Kertosono tidak untuk pedagang dan pengunjung. Namun, untuk kantor pengelola Pasar Kertosono. Sedangkan, untuk pedagang akan disediakan kipas angin.

Karena untuk dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk 2023, tidak ada pos AC untuk pedagang. “Untuk lantai II tidak ada kipas angin, hanya ada turbin atau cyclone untuk di atap seperti atap pabrik,” ujar Gunawan. 

Setelah pembangunan lantai 2 Pasar Kertosono selesai, dinas PUPR akan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan ke dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag). Sehingga, untuk tagihan listrik Pasar Kertosono yang menanggung adalah pengelola pasar.

Terpisah, Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko mengaku sudah mengetahui jika Pasar Kertosono akan memiliki dua eskalator dan AC. Untuk tagihan listrik bulanan, akan dibebankan kepada pengelola Pasar Kertosono. 

Haris mengatakan, tagihan listrik sebelum ada eskalator dan lima AC sebesar Rp 5 juta-Rp 6 juta. Sehingga, jika nanti ada dua eskalator dan lima AC, tagihan listrik bisa lima kali lipat. Karena itu, pengelola pasar harus kerja keras agar tidak nombok. Apalagi, Pasar Kertosono adalah salah satu pasar milik Pemkab Nganjuk. Otomatis, juga harus menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD). 

Haris berharap, Pasar Kertosono yang akan mirip mal bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Pengunjung bisa berdatangan setiap hari. Tidak hanya dari Kertosono. Namun, dari daerah sekitar Kertosono seperti Kediri dan Jombang. Apalagi, secara geografis, Kertosono berbatasan langsung dengan Jombang dan Kediri. “Semoga Pasar Kertosono kembali ramai,” harapnya. 

Editor : Anwar Bahar Basalamah