Hilangnya Siti Amanah, warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek membuat keluarganya bersedih. Setelah melalui pencarian 24 jam, akhirnya Siti ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di aliran sungai Grasak yang berjarak 6 kilometer dari tempat kejadian kemarin sore.
Rumah Wasidin di Dusun/Desa Maguan, Kecamatan Berbek ramai kemarin siang. Rumah yang biasanya sepi tersebut mendadak banyak orang berkunjung.
Mulai dari tetangga, keluarga, hingga petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk. Bahkan, Kalaksa BPBD Abdul Wakid yang pensiun pada 30 November juga ada di sana. Semuanya memberikan semangat kepada Wasidin dan keluarganya untuk tabah dan berdoa agar Siti Amanah segera ditemukan dalam kondisi selamat. “Yang kuat Mbak,” ujar Wakid sambil menenangkan Alfiyatun, 16, anak kedua pasangan suami istri (pasutri) Wasidin dan Siti yang menangis histeris.
Selain Wakid, teman-teman sekolah Alfiyatun di SMK Baitul Atieq, Cepoko, Berbek juga ikut membantu menenangkannya. Mereka memeluk Alfi dan memberi dukungan agar Alfi kuat menghadapi cobaan tersebut. Beberapa kali mereka mengajak bersitighfar dan berdoa agar Siti segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Selain Alfiyatun yang bersedih, Wasidin juga terlihat shock. Bapak tiga anak ini hanya duduk termenung di sudut ruang tengah. Dia terlihat lemas. Tak banyak yang bisa dia ceritakan soal peristiwa air bah yang datang dan menerjang dia dan istrinya saat mengendarai sepeda motor. Yang dia tahu, air tiba-tiba datang dengan membawa tumpukan material kayu dan sampah. Kemudian, menerjangnya. Dia selamat karena tas ransel di punggungnya yang berisi peralatan di ladang menyangkut di dahan pohon. Sedangkan, Siti hanyut dan hilang. “Sama sekali tidak ada firasat apa-apa,” ujarnya.
Setelah berbicara singkat, tatapannya kembali kosong. Wasidin hanya melihat langit dari balik jendela ruang tengah. Beberapa kali keluarga memintanya untuk meminum air di gelas agar tenang. “Saya tak tahu harus bagaimana sekarang,” ujarnya pasrah.
Sementara itu, mantan Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid mengatakan, meski sudah pensiun tetapi dia tetap datang ke rumah korban saat mendengar ada musibah pasutri diterjang air bah di Desa Maguan. Dia ingin membantu keluarga untuk menemukan Siti dan memberi semangat keluarga agar tabah menghadapi cobaan. (syi/tyo)
Editor : Anwar Bahar Basalamah