NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek gempar. Penyebabnya, pasangan suami istri (pasutri) Wasidin, 47, dan Siti Amanah, 44, warga setempat yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega diterjang air sungai saat menyeberang. Hingga kemarin siang, Siti belum ditemukan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin sore (4/12). Seperti biasa, Wasidin dan Siti pergi ke ladang. Karena sudah senja dan gerimis, Wasidin dan Siti memutuskan pulang. Mereka mengendarai sepeda motor Yamaha Vega tanpa nopol. Karena jarak ladang dengan rumah mereka cukup jauh. Sekitar 30 kilometer. Wasidin membawa peralatan ladang dengan menggunakan tas ransel di punggungnya.
Kemudian, sang Siti dibonceng dengan motor sambil memegangi tas ranselnya.
Saat melintas di sungai tengah hutan, Wasidin dan Siti tidak khawatir. Karena saat berangkat ke ladang, sungai kecil tersebut kering. Tidak ada air sama sekali. Saat di tengah sungai, tiba-tiba air bah datang dari tengah hutan. Air tersebut membawa tumpukan material, seperti sampah dan kayu. Tak ayal, air dan material tersebut menerjang Wasidin dan Siti yang mengendarai sepeda motor. ‘Bruakkkkk….Byuuuur….’. “Saya dan istri terseret arus sungai dan tenggelam,” ujar Wasidin saat ditemui di rumahnya kemarin.
Kejadian itu sangat cepat. Wasidin tidak sempat menyelamatkan diri dan menolong istrinya. Mereka terseret arus sungai. Beruntung, tas ransel di punggung Wasidin nyangkut di dahan pohon yang berada di tepi sungai kecil itu. Sehingga, Wasidin tidak terbawa arus sungai terlalu jauh. “Saya akhirnya bisa mentas,” ujar Wasidin.
Sayang, saat sudah berhasil naik ke daratan, Wasidin tidak melihat Siti. Dia berusaha keras mencari istrinya. Rasa waswas pun muncul. Karena tidak berhasil menemukan Siti, Wasidin berteriak meminta pertolongan ke warga. Teriakan tersebut membuat warga berdatangan. Mereka akhirnya ikut membantu mencari Siti. Warga pun melapor ke perangkat desa setempat. Kemudian, perangkat desa lapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk. “Kami segera ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah terima laporan,” ujar Kasi Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk Lilik.
Sekitar pukul 18.00 WIB, sepeda motor Yamaha Vega ditemukan di tepi sungai kecil itu. Sayang, Siti masih belum ditemukan. Petugas BPBD yang datang ke lokasi beberapa menit kemudian segera membantu melakukan pencarian. Upaya tersebut juga belum membuahkan hasil. Lokasi medan yang sulit dan kondisi gelap karena malam hari, pencarian akhirnya dihentikan sekitar pukul 20.00 WIB.
Kemarin pagi, tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI, polisi, dan relawan kembali melanjutkan pencarian Siti. Sayang, hingga kemarin siang, Siti tak kunjung ditemukan. Siti seperti hilang ditelan bumi. “Kami sudah menyisir sungai hingga 4,5 kilometer dari tempat kejadian musibah (TKM),” sambung Komandan Tim (Dantim) Basarnas Trenggalek Taufiq Ahmad.
Taufiq mengatakan, pihaknya tidak akan menyerah. Pencarian terus dilakukan. Hasilnya Siti berhasil ditemukan 6 kilometer dari lokasi kejadian. Tepatnya di perbatasan aliran sungai Desa Sumberurip dengan Desa Grojogan, Kecamatan Berbek. Sayang, saat ditemukan kondisi Siti sudah meninggal dunia. ”Jenazah sudah kami bawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” pungkas Taufik.
Editor : Anwar Bahar Basalamah