Komika yang open mic di stand-up comedy memiliki banyak tujuan. Ada yang ingin curhat (curahan hati) lewat jokes, menjadi komika terkenal, dan ada yang sengaja mengasah kemampuan public speaking. Semua diwadahi oleh komunitas ini. Pandhu Pranata, warga Desa Kacangan, Kecamatan Berbek ini membuka pintu lebar-lebar kepada masyarakat yang ingin open mic. Bahkan saat ini komunitas ini juga berencana show keliling di kafe-kafe yang ada di Kota Angin. “Penonton pun kami beri kesempatan open mic jika ingin tampil,” ungkap Pandhu.
Terbukanya komunitas stand up comedy ini membuat Nurrosyid Husein, mantan Lurah Ploso ini bergabung. Aparatur sipil Negara (ASN) ini bergabung Stand-up Indo Nganjuk ini bukan untuk mencari uang. Namun, tujuan utamanya adalah mengasah kemampuan public speaking. “Public speaking bagi ASN itu penting. Jadi, open mic ini saya jadikan sarana mengasah public speaking,” terangnya.
Rosyid mengaku dari dulu memang suka menonton stand-up comedy. Biasanya dia melihat di YouTube. Setelah mengetahui ada komunitas Stand-up Indo Nganjuk, dia langsung bergabung.
Ternyata, menjadi komika saat open mic tidak mudah. Rosyid pun merasakan kena mental saat open mic. Penonton garing saat dia tampil. Padahal, dia menganggap materi yang dibawakan tentang pengalamannya sebagai lurah dan diperiksa KPK itu sudah sangat bagus. Namun, ternyata penonton tidak geerrr.
Namun hal itu tidak membuat Rosyid patah semangat. Dia justru semakin tertantang. Karena itu menunjukkan jika public speaking-nya belum bagus. Dia harus belajar dan berlatih agar kemampuan public speaking meningkat dan penonton bisa geerrr saat dia open mic. Editor : Anwar Bahar Basalamah