NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Nganjuk menggelar bimbingan teknis (bimtek) penguatan pengurus Bursa Kerja Khusus (BKK) dan petugas antar kejar kemarin. Bimtek tersebut bertujuan untuk mensinergikan paradigma antara pemerintah dengan BKK dan petugas antar kerja. Harapannya, sinergitas itu bisa meningkatkan kapasitas untuk mengatasi permasalahan pengangguran di Kota Angin.
Plt Kepala Disnaker Nganjuk Samsul Huda mengatakan, bimtek tersebut masuk dalam kegiatan penyediaan sumber daya pelayanan antar kerja. “Kami menyusun langkah bersama untuk menyelesaikan angka pengangguran terbuka,” ujar Samsul.
Lebih lanjut, Samsul menjelaskan banyak perusahaan yang mengeluh ke disnaker terkait tenaga kerja. Keluhannya adalah tentang mental pekerja dan kompetensinya. Untuk menyelesaikan masalah tersebut disnaker menggelar bimtek dengan harapan persoalan yang dialami perusahaan dapat terurai. “Perlu adanya menyamakan paradigma pemikiran dari daerah agraris menuju industri,” lanjut Samsul.
Samsul menegaskan, masalah tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama. Agar persoalan tersebut bisa menemukan solusi yang terintegrasi maka pekerja yang fresh graduate harus bisa beradaptasi dan siap bekerja. “Tujuan akhirnya adalah menekan angka pengangguran terbuka,” ungkap Samsul.
Untuk diketahui, bimtek tersebut diikuti 50 orang peserta. Mereka adalah para penanggung jawab Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK negeri dan swasta di seluruh Kabupaten Nganjuk. Peserta lainnya berasal dari unsur petugas antar kerja.
Sedangkan narasumber kegiatan adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur. Serta Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur.
Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, peserta antusias mengikuti bimtek. Apalagi materi yang disampaikan narasumber sejalan dengan visi misi mereka. Acara semakin gayeng. Karena peserta aktif dalam dialog tanya jawab. Editor : Anwar Bahar Basalamah