NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Panitia seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Nganjuk tidak mau kecolongan. Pemeriksaan ketat dilakukan di monument Simpang Lima Gumul (SLG) sebelum peserta mengerjakan soal computer assisted test (CAT). Sebelum memasuki ruangan ujian, peserta dicek satu per satu oleh panitia. Salah satunya adalah pemeriksaan wajah. Hal ini dilakukan untuk memastikan peserta yang masuk sesuai dengan foto peserta. Bukan joki. Kemudian, tas dan barang bawaan juga diperiksa secara ketat.
Saat ke kamar mandi, panitia akan mengawasi dari luar. Mereka akan menunggu di luar kamar mandi hingga peserta tersebut kembali ke tempatnya. Ini untuk mencegah agar tidak ada peserta yang bertukar peran dengan joki. “Kami ingin pelaksanaan tes PPPK berlangsung fair dan objektif. Tidak ada joki dan kecurangan,” tandas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Adam Muharto.
Menurut mantan kepala bappeda ini, tes PPPK tidak dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk. Peserta tes PPPK mengerjakan soal CAT di Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional II Surabaya di Sidoarjo. Untuk tes di SLG dimulai sejak Rabu (22/11) hingga kemarin. Untuk tes kemarin, peserta PPPK dari Nganjuk mengikuti sesi pertama mulai pukul 06.30 WIB. Pesertanya sebanyak 300 orang. Sedangkan, sesi kedua yang dimulai pukul 09.30 WIB. Peserta sesi kedua sebanyak 77 peserta. Sementara, untuk CAT di BKN Regional II Surabaya di Sidoarjo akan dilaksanakan pada 27-29 November 2023. “Pemeriksaan dan pengawasan tes PPPK akan sama di SLG dengan BKN,” ungkapnya.
Adam mengatakan, dalam tes PPPK, peserta dilarang membawa benda-benda yang tidak ada hubungannya atau dibutuhkan untuk tes. Salah satu yang dilarang adalah jimat. Karena dalam pelaksaan tes PPPK tahun lalu, panitia menemukan banyak peserta membawa jimat ke tempat ujian. “Untuk tahun ini kami belum temukan ada peserta membawa jimat,” ujarnya.
Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Ada Doa Dewi Kilisuci di Tanah Bajulan
Pengawasan superketat tersebut membuat sejumlah peserta PPPK kaget. Karena saat ujian di sekolah atau kuliah, mereka belum pernah merasakan tes dengan pemeriksaan dan pengawasan superketat. “Sangat ketat dan detail pengawasan dan pemeriksaan peserta,” ungkap Ristina, salah satu peserta tes PPPK asal Nganjuk.
Dengan pengawasan yang ketat, peserta tes PPPK tidak ada yang protes. Justru, mereka menjadi tenang. Karena siapa yang mendapat nilai tertinggi di CAT adalah peserta yang benar-benar mampu atau bisa mengerjakan soal dengan baik. “Tidak masalah,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah