NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penjabat (Pj) Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna memimpin apel gelar pasukan dan perlengkapan kesiapsiagaan bencana tahun 2023 di Taman Nyawiji kemarin. Dengan apel itu, Pemkab Nganjuk berkomitmen memberi rasa aman kepada masyarakat. Apalagi menyongsong musim penghujan yang sering terjadi bencana hidrometerologi.
Dalam arahannya Mas Bupati Handoko menyampaikan, bencana adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antar unsur satu dengan lainnya sangat dibutuhkan. Semua harus bersinergi menghadapi ancaman bencana.
Melalui apel tersebut, Pemkab Nganjuk memastikan siap menghadapi segala kemungkinan bencana yang terjadi. Kesiapan itu baik dari segi personil hingga peralatan kebencanaan. “Kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penanggulangan bencana. Semoga ini menjadi amal dharma bakti kita bersama,” ujarnya.
Pada apel tersebut, Mas Bupati Handoko berkesempatan menyematkan tanda siaga bencana kepada personil yang siap bertugas. Ratusan personil tersebut berasal dari berbagai unsur. Antara lain TNI, Polri, BPBD, organisasi masyarakat, hingga Pramuka Kwarcab Nganjuk.
Usai penyematan, dilanjutkan memantau ratusan personil yang terlibat dan peralatan kebencanaan. Dalam pemantauan itu, Mas Bupati Handoko didampingi para tamu undangan yang hadir. Mereka adalah jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk.
Peralatan kebencanaan yang siap digunakan meliputi sepeda motor trail, truk, dan mobil water cannon. Terdapat pula mobil ambulans, mobil rescue, tenda dapur, backhoe, mobil pemadam kebakaran, mobil siaga desa, dan perahu karet lengkap dengan peralatan selam. Terdapat pula tenda telekomunikasi dan peralatan radio, mobil patroli, mobil PLN, mobil Telkom, mobil edukasi penanggulangan bencana, dan truk rescue Basarnas.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah