NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Luka yang dialami Allisya Saffa, anak taman kanak-kanak (TK) asal Desa Tempuran, Kecamatan Ngluyu tidak hanya di kepala. Namun, polisi juga menemukan ada 11 luka di sekujur tubuhnya. Total ada 12 luka yang dialami bocah perempuan tersebut sebelum mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (3/11). “Diduga pelaku tidak hanya menggunakan cangkul tetapi juga memakai benda tumpul untuk membunuh korban,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Lanang Teguh Pambudi.
Karena itu, polisi tidak hanya mengamankan cangkul milik Mariadi, 51, tetangga korban. Namun, polisi juga membawa batu. Diduga batu itu dipakai Mariadi untuk menghabisi Allisya. Batu tersebut ditemukan petugas di lubang yang akan dipakai jamban. Lokasinya tidak jauh dari jenazah Allisya saat ditemukan. “Barang bukti cangkul dan batu kami bawa ke Labfor Polda Jatim untuk diperiksa,” ujar Lanang.
Sebenarnya, kata mantan Kasatreskrim Polres Klaten ini, Mariadi sudah mengaku mencangkul Allisya. Namun, jawabannya terkesan asal. Karena dia tidak menjelaskan alasan mencangkul bocah tidak berdosa itu. Bahkan, dia cenderung ngelantur saat dimintai keterangan. Sehingga, polisi akhirnya membawa Mariadi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Nganjuk untuk diperiksa kejiwaannya.
Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Raden Said Meninggal saat Bertapa di Pohon Sono
Sayang, hingga kemarin, polisi belum mendapatkan kepastian tentang kondisi kesehatan jiwa Mariadi. Tim dokter RSD Nganjuk belum memberikan laporan terkait kondisi kejiwaan pria yang belum menikah itu. Pemeriksaan intensif dan observasi kabarnya masih dilakukan. Akibatnya, status Mariadi masih terduga tersangka. Jika dia mengalami gangguan kejiwaan maka Mariadi akan lepas dari jerat hukum. Ini sesuai dengan pasal 44 KUHP. Jika orang yang mengalami gangguan kejiwaan tidak bisa dipidana. Sebagai gantinya, Mariadi akan dikirim ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pengobatan agar sembuh dan tidak melukai orang lagi.
Untuk diketahui, warga Nganjuk gempar saat Allisya ditemukan tidak bernyawa di lubang sedalam 1,5 meter pada Jumat (3/11). Lubang itu rencananya untuk dibuat jamban. Lokasi penemuan Allisya ada di belakang halaman rumah Mariadi. Polisi langsung menangkap Mariadi. Dia digelandang ke Mapolres Nganjuk tanpa ada perlawanan. Dari sejumlah warga di sana diketahui jika Mariadi selama ini mengalami gangguan jiwa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah