NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan memasak. Pelatihan tersebut untuk para pencari kerja berdasar klaster kompetensi.
Kali ini, yang mendapat pelatihan adalah 20 warga Desa Perning, Jatikalen. Tujuannya mencetak wirausaha kuliner baru. Pelatihan terselenggara dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2023.
Menurut Sekretaris Disnaker Kabupaten Nganjuk Nur Banra saat membuka pelatihan, saat ini adalah momentum untuk bangkit. Apalagi setelah pandemi Covid-19 berakhir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuka peluang usaha baru. Yaitu, usaha kuliner. “Kami beri pelatihan warga Desa Perning agar jago membuat kuliner kekinian. Jika kuliner tersebut laku dijual, akan menambah pendapatan keluarga,” ujarnya mewakili Plt Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Samsul Huda.
Nur Banra mengatakan, disnaker memilih menggelar pelatihan di Desa Perning, Jatikalen. Karena kecamatan di ujung timur Kota Angin itu menjadi salah satu penghasil tembakau.Adapun pemanfaatan DBHCHT salah satunya adalah bagi daerah penghasil tembakau. Sehingga, warga yang wilayahnya penghasil tembakau bisa merasakan manfaatnya. “Masyarakat Jatikalen bisa menikmati DBHCHT karena Jatikalen adalah penghasil tembakau,” ungkapnya.
Pelatihan memasak sendiri berlangsung delapan hari. Pembukaan kegiatan berlangsung kemarin dan berakhir pada Senin (6/11). Selama pelatihan, peserta akan mendapat materi memasak aneka olahan kuliner kekinian yang diberikan narasumber UMKM binaan Disnaker Kabupaten Nganjuk. Selain itu, peserta juga mendapat berbagai fasilitas. Seperti uang saku, tas ransel, dan seragam pelatihan. (ik3/adv/tyo)