NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Penemuan tumpukan fosil kerang laut di hutan Desa Bangle, Kecamatan Lengkong bikin warga Kota Angin heboh. Sebab, wilayah Desa Bangle bukan merupakan lautan. Wilayahnya sangat jauh dari Laut Jawa. Temuan fosil kerang tersebut sudah ditindaklanjuti dinas pemuda, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata (dispaporabud). Menurut Kabid Kebudayaan Disporabudpar Nganjuk Amin Fuadi, tumpukan fosil kerang laut di hutan itu diperkirakan dari zaman purba.
Dia mengatakan, temuan ini menjadi penanda di masa purba wilayah Nganjuk merupakan laut. “Sebelum terbentuk pulau-pulau, Indonesia dulunya adalah lautan,” ujar Amin. Jadi tidak perlu heran jika ada penemuan tumpukan fosil kerang laut di beberapa hutan di Nganjuk.
Alasan Amin meyakini tumpukan kerang ini dari masa purba karena titik penemuan fosil dengan laut sangat jauh. Dia menyebutkan, jarak Bangle dengan Laut Jawa di sebelah utara sejauh 47 kilometer. Sedangkan dengan laut bagian selatan jaraknya lebih jauh lagi yakni 96 kilometer. Jarak tersebut jika ditarik garis lurus. “Saya percaya dulunya bumi ini adalah lautan seperti apa yang digambarkan oleh proses geologi bumi Jawa,” terang Amin. Sebab itu dia tidak heran bila jenis fosil kerang yang ditemukan adalah Mollusca Ostrea, Bivalvia, dan Gastropoda.
Amin menambahkan, kerang tersebut biasa hidup di area peralihan antara darat dan air. Selain itu, kerang-kerang tersebut hidup dengan berkelompok. Sehingga tidak heran saat ditemukan fosil kerangnya menumpuk dalam jumlah yang banyak.
“Kalau tumpukan yang sekarang ada itu akibat aktivitas manusia karena hutan di Bangle ini kan sebagian digunakan warga untuk berladang. Sehingga ketika warga menemukan fosil kerang ini mereka kemudian menumpuknya jadi satu,” terang Amin.
Adanya penemuan ini, disporabudpar akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran untuk meneliti lebih lanjut keberadaan fosil kerang yang ada di hutan Bangle. Setidaknya, nanti bisa menjaga keaslian dan keberadaan fosil zaman purba yang masih tersisa di Kota Angin.
Amin menambahkan, penemuan fosil kerang laut bukan pertama kali. Dia menyebutkan, penemuan kerang tersebut sudah ada sekitar 1950-an. Karena keberadaan fosil kerang laut ini mulai banyak yang hilang karena ulah manusia, disporabudpar berencana bersurat kepada BPS Manusia Purba Sangiran. Termasuk juga kepada Perhutani KPH Jombang agar lokasi penemuan fosil kerang bisa tetap terjaga.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah