Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Joko Celuntang Jadi Penunggu Punden Sawunggaling

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 20 Oktober 2023 | 16:42 WIB
PETILASAN KI PUNGGUL: Joko Celuntang dipercaya menjadi penunggu Punden Sawunggaling.
PETILASAN KI PUNGGUL: Joko Celuntang dipercaya menjadi penunggu Punden Sawunggaling.

Selain Ki Punggul, tokoh lain yang dihormati warga Desa Bagorkulon, Bagor adalah Joko Celuntang. Ia merupakan cantrik dari Kiai Sadang. Joko Celuntang dipercaya menjadi penunggu punden desa yang lokasinya berada di Dusun Sawunggaling. 

Punden Sawunggaling ini menjadi salah satu tempat yang dikunjungi warga saat nyadran. Warga di Dusun Sawunggaling menganggap punden yang dijaga Joko Celuntang itu sebagai tempat yang dikeramatkan.  “Joko Celuntang dulu adalah menjadi pengawal Kiai Sadang saat me­nyebarkan agama Islam di Sadang dan Sawunggaling,” ujar Kaur Keuangan Desa Bagorkulon, Gudianto. 

Kiai Sadang ha­nya berlabuh semen­tara saja di desa itu. Setelah men­jalankan misinya menyebarkan agama Islam, dia lantas melanjutkan perjalanannya ke tempat lain.

Namanya Kiai Sadang ke­mudian menjadi nama dusun di Desa Bagorkulon, Bagor. 

Sebelum meneruskan perjalanan ke desa lain untuk menyebarkan agama Islam, dia memerintahkan pengawalnya Joko Celuntang untuk menjaga punden itu. Masyarakat pun percaya, punden tersebut dijaga oleh Joko Celuntang. 

“Jadi Joko Celuntang ini tidak hanya menjadi pe­ngawal Kiai Sadang saat menyebarkan Islam di Sadang dan Sawunggaling. Tetapi juga menjadi penjaga punden,” ujar Gudianto.

Lokasi punden itu berada di tepi sungai widas. Untuk menghormati Joko Celun­tang, warga merawat punden dengan membuat bangunan tidak permanen di lokasi punden berukuran 0,5x3 meter. Bangunannya mirip dengan gubuk terbuat dari kayu dan atapnya dari genting. Di dalamnya ada tempat untuk membakar kemenyan dan dupa. 

Warga yang biasanya ziarah ke makam Ki Punggul pasti akan mampir ke punden Sa­wunggaling untuk meng­hormati Joko Celuntang. Keberadaan Kiai Sadang yang hanya sebentar saja di desa itu dianggap sebagai tokoh masyarakat dan ulama desa. “Kiai Sadang akhirnya keluar dari Sadang dan Sawunggaling ke daerah lainnya yang ada di Nganjuk untuk menye­barkan agama Islam. Saat itu, masih jaman kerajaan masyarakatnya banyak yang beragama Hindu,” terang ayah dua itu.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Punden #jelajah #desa unik