NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Perjalanan Kereta Api (KA) di Kota Angin ikut terdampak anjloknya KA Argo Semeru di Kulonprogo, Jogjakarta. Dua hari setelah peristiwa Selasa (17/10), ada terjadi keterlambatan di dua stasiun di Kabupaten Nganjuk. Bahkan, keterlambatannya ada yang sampai dua jam.
Deputi Vice President Daop 7 Irene Margareth Konstantine mengatakan, keterlambatan itu berdampak pada belasan pembatalan keberangkatan. “Sejak Selasa (17/10) dan Rabu (18/10) keterlambatan kereta disebabkan karena masih proses perbaikan di lokasi kejadian (jalur Sentolo, Kulonprogo, Red),” ujar Irene.
Adanya keterlambatan dua hari itu berakibat pada pembatalan tiket KA di stasiun Kertosono dan Nganjuk. Daop 7 mencatat ada 11 pembatalan di Stasiun Kertosono. Sedangkan di Stasiun Nganjuk terdapat enam pembatalan.
Irene memastikan, KAI akan mengembalikan tiket pembatalan sebesar 100 persen di luar bea pesan. Masa pembatalan maksimal tujuh hari sejak jadwal keberangkatan.
Sementara itu, operasional kereta api mulai lancar kemarin. Irene menjelaskan, proses evakuasi dan perbaikan jalur sudah selesai. Perbaikan terjadi di kedua jalur antara Stasiun Sentolo - Stasiun Wates. Perbaikan dikebut hingga Rabu malam (18/10) pukul 23.25. “Pagi tadi (kemarin, Red), keberangkatan KA sudah normal,” ungkap Irene.
Insiden kecelakaan KA di Sentolo, Kulonprogo itu membuat pecinta KA di Kota Angin ikut prihatin. Terutama untuk orang tua yang selalu mengajak anaknya melihat KA di perlintasan. “Biasanya jam setengah 6 (sore, Red) masih ada, ini tadi terakhir jam 5 sore sudah tidak ada,” ujar Pandu Laksono, 39, warga Kelurahan Kauman, Nganjuk saat ditemui pada Rabu (18/10).
Pecinta KA ini biasanya menunggu kereta lewat bersama anaknya, Reza, 6, setiap sore sebelum pulang ke rumah. Sejak terjadi kecelakaan di Kulonprogo, ia dan anaknya harus menunggu agak lama. Seperti KA Kahuripan tujuan akhir Kiaracondong, Bandung yang lewat pukul 18.04, terlambat 23 menit dari biasanya berangkat pukul 17.41. “Semoga saja perjalanan KA kembali lancar,” harapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah