NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Warga Desa Cerme, Kecamatan Pace heboh dini hari kemarin (15/10). Si jago merah mengamuk di atap rumah milik Nurcholis. Mengetahui ada kebakaran di belakang rumahnya, lansia 66 tahun itu meminta pemadam kebakaran untuk mematikannya. “Kami dapat laporan kebakaran tadi dini hari (kemarin, Red), sekitar pukul 01.30,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Nganjuk Sujito.
Titik api berada di atap belakang rumah milik Nurcholis. Kejadian yang membuat gempar warga itu diduga datang dari bekas pembakaran sampah. Sebelumnya, Nur mengaku membakar sampah pada Sabtu (14/10) petang. Saat malam hari, dia sudah tidak melihat ada api yang menyala di lokasi tempatnya membakar sampah.
Karena merasa api sudah padam, Nurcholis lalu masuk ke rumah dan tidur. Sekitar pukul 01.30, lelaki yang kerap disapa Nur itu mencium bau sangit dari belakang rumahnya. Saat terbangun, dia melihat asap keluar dari langit-langit rumahnya.
Api itu mulai sebagian kayu dan triplek di atas rumah. Takut apinya semakin membesar, ia melakukan pemadaman sendiri. Karena apinya tidak bisa dijinakkan, dia lalu menghubungi petugas damkarmat. Beruntung api tidak menjalar kemana-mana.
Petugas damkarmat datang ke lokasi sekitar 16 menit setelah menerima laporan masuk dari korban. Tidak sampai satu jam, api bisa dipadamkan.
Sementara itu, pada Sabtu (14/10) , petugas damkarmat juga baru selesai memadamkan api di lahan kosong di Kelurahan Ringinanom, Nganjuk. Peritiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00. “Lokasi kejadian kebakaran di lahan kosong dekat Polres Nganjuk,” ujar Sujito.
Api melalap sejumlah tanaman kering yang ada di lahan kosong tersebut. Petugas menduga, api berasal dari pembakaran sampah yang berada di dekat lokasi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah