NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Fenomena hari tanpa bayangan terjadi kemarin siang. Di Nganjuk, peristiwa itu terjadi pukul 11.19 WIB. Pada waktu itu, bayangan untuk benda lurus yang diletakkan di bawah sinar matahari menghilang sesaat.
Salah satu orang yang memerhatikan fenomena alam itu adalah Elvina Rahmawati, 23, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Ketika pukul 11.19, dia mencoba menggerakkan kursi bongkahan kayu, tempat sampah, dan cikrak. Semua bayangan benda-benda itu menghilang sejenak. ”Kira-kira sekitar satu menit. Semua benda yang bentuknya tegak lurus benar-benar kayak hilang,” ujarnya.
Namun, beberapa benda lain yang bentuknya tidak tegak lurus masih terdapat bayangan. Ketika itu dia mengamati vas bunga yang bentuknya mengerucut kecil ke bawah. Pada vas tersebut masih terlihat penuh bayangannya. Hal itu disebabkan karena bagian paling atas vas bunga itu melebar. Adapun benda-benda lain yang ia coba dengan bentuk yang mengerucut ke atas semuanya terlihat tanpa bayangan.
Adanya peristiwa alam itu tidak memengaruhi aktivitas warga Nganjuk. Mereka justru acuh dengan fenomena tersebut. Seperti Herianto, 49, warga Kelurahan Kauman yang sedang duduk di dekat Masjid Agung Baitussalam Nganjuk. Ia tak mengetahui jika kemarin adalah hari tanpa bayangan di Kota Angin. “Wah nggak ngerti saya. Kalaupun ada juga gak pateken. Cuacanya panas,” ujarnya tertawa.
Memang dalam satu minggu terakhir cuaca di Kabupaten Nganjuk sedang panas-panasnya. Suhu udaranya bisa tembus di atas 39 derajat celcius.
Sementara itu, Kepala Kelompok Operasi (Kapoksi) Stasiun Geofisika III BMKG Sawahan Tekad Sumardi mengatakan, peristiwa tanpa bayangan itu normal terjadi. “Tidak perlu khawatir. Ini fenomena alam yang tidak berbahaya,” ungkap Tekad.
Fenomena ini terjadi ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat. Atau dalam hal ini, orang yang sedang mengamati.
“Matahari akan tepat berada di kepala pengamat. Sedang berada di titik zenith. Jadi bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan obyek itu sendiri. Jadi kelihatannya memang tidak ada bayangan,” imbuh Tekad.
Terjadinya hari tanpa bayangan di wilayah di Indonesia karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi. Posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah