Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lansia Asal Nglundo Sukomoro Ini Dapat Belasan Juta Uang Pencairan Proyek Tol Kediri-Kertosono

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 9 Oktober 2023 | 16:34 WIB
CAIR MBAH: Sudarti, lansia asal Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro tanda tangan pencairan uang ganti untung Tol Kediri-Kertosono (Keker) di Balai Desa Nglundo kemarin.
CAIR MBAH: Sudarti, lansia asal Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro tanda tangan pencairan uang ganti untung Tol Kediri-Kertosono (Keker) di Balai Desa Nglundo kemarin.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sudarti, lansia asal Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro jalan kaki ke balai desa kemarin. Janda berusia 85 tahun itu ke balai desa untuk tanda tangan pencairan ganti rugi Tol Kediri-Ker­tosono (Keker).


Setelah tiba di balai desa, Sudarti antre untuk proses pencairan ganti rugi. Saat namanya dipanggil petugas, dia maju. Kemudian, dia harus tanda tangan di beberapa berkas. Karena usianya sudah senja, Sudarti terlihat kesulitan tanda tangan. Tanda tangan juga tidak pas di kolom yang disediakan. Dengan sabar, petugas pun me­ngarahkan agar Sudarti bisa tanda tangan di tempat yang disediakan.

Setelah tanda tangan, dia pun berhak mendapatkan uang ganti rugi. Sebagai bukti pencairan, Sudarti difoto dengan menunjuk­kan plakat bertuliskan tentang uang ganti rugi Tol Keker yang diterimanya. “Saya dapat Rp 16,5 juta,” ujarn Sudarti.


Agar aman, Sudarti yang datang ditemani anaknya tidak menerima uang ganti rugi secara cash. Namun, uang ganti rugi tersebut ditransfer ke rekening bank atas nama dirinya. “Nanti uangnya saya tabung saja. Kalau butuh saja baru diambil sedikit-sedikit untuk kebutuhan,” ujarnya.


Terpisah, Ketua Tim Pe­nga­daan Tanah Tol Keker Yeri Agung Nugroho me­ngatakan ada 45 warga Desa Nglundo yang me­nerima ganti rugi Tol Keker. Pihaknya me­nyebut ganti untung. Karena uang yang dibayar peme­rintah untuk tanah warga tersebut di atas harga pasa­ran. Contohnya, Sudarti yang sawahnya kena Tol Keker seluas 32 meter per­segi mendapatkan uang ganti untung sebesar Rp 16,5 juta. “45 warga yang menerima ganti untung ini karena kepemilikan tanah­nya sudah jelas dan tidak ada masalah,” ujarnya.


Sementara itu, Pejabat Pem­buat Komitmen (PPK) Tol Keker Kartika Sari me­ngatakan, total uang yang dicairkan untuk 45 warga Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro sebanyak Rp 5,417 miliar. Penerima ganti un­tung paling banyak adalah Kamidi, 80, warga Desa Nglundo, yakni Rp 513 miliar. “Untuk Desa Nglundo, ma­yo­ritas yang kena Tol Keker adalah sawah warga,” ujarnya.

Setelah pencairan di Desa Nglundo, Kartika mengata­kan, pihaknya akan melan­jutkan pembayaran ganti untung ke Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabu­paten Kediri. Karena Tol Keker ini menghu­bungkan dua kabupaten. Yaitu, Kabu­paten Nganjuk dengan Ka­bupaten Kediri. Tol ini bertujuan men­dukung Ban­dara Dhoho Kediri yang saat ini sedang dibangun. “Sete­lah pem­bayaran di Kabu­paten Kediri, kami akan melan­jutkan pembayaran ganti untung ke Desa Ke­dung­suko, Kecamatan Suko­moro,” ujarnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jalan kaki #balai desa #nenek #nganjuk