NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sudarti, lansia asal Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro jalan kaki ke balai desa kemarin. Janda berusia 85 tahun itu ke balai desa untuk tanda tangan pencairan ganti rugi Tol Kediri-Kertosono (Keker).
Setelah tiba di balai desa, Sudarti antre untuk proses pencairan ganti rugi. Saat namanya dipanggil petugas, dia maju. Kemudian, dia harus tanda tangan di beberapa berkas. Karena usianya sudah senja, Sudarti terlihat kesulitan tanda tangan. Tanda tangan juga tidak pas di kolom yang disediakan. Dengan sabar, petugas pun mengarahkan agar Sudarti bisa tanda tangan di tempat yang disediakan.
Setelah tanda tangan, dia pun berhak mendapatkan uang ganti rugi. Sebagai bukti pencairan, Sudarti difoto dengan menunjukkan plakat bertuliskan tentang uang ganti rugi Tol Keker yang diterimanya. “Saya dapat Rp 16,5 juta,” ujarn Sudarti.
Agar aman, Sudarti yang datang ditemani anaknya tidak menerima uang ganti rugi secara cash. Namun, uang ganti rugi tersebut ditransfer ke rekening bank atas nama dirinya. “Nanti uangnya saya tabung saja. Kalau butuh saja baru diambil sedikit-sedikit untuk kebutuhan,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Tim Pengadaan Tanah Tol Keker Yeri Agung Nugroho mengatakan ada 45 warga Desa Nglundo yang menerima ganti rugi Tol Keker. Pihaknya menyebut ganti untung. Karena uang yang dibayar pemerintah untuk tanah warga tersebut di atas harga pasaran. Contohnya, Sudarti yang sawahnya kena Tol Keker seluas 32 meter persegi mendapatkan uang ganti untung sebesar Rp 16,5 juta. “45 warga yang menerima ganti untung ini karena kepemilikan tanahnya sudah jelas dan tidak ada masalah,” ujarnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Keker Kartika Sari mengatakan, total uang yang dicairkan untuk 45 warga Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro sebanyak Rp 5,417 miliar. Penerima ganti untung paling banyak adalah Kamidi, 80, warga Desa Nglundo, yakni Rp 513 miliar. “Untuk Desa Nglundo, mayoritas yang kena Tol Keker adalah sawah warga,” ujarnya.
Setelah pencairan di Desa Nglundo, Kartika mengatakan, pihaknya akan melanjutkan pembayaran ganti untung ke Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Karena Tol Keker ini menghubungkan dua kabupaten. Yaitu, Kabupaten Nganjuk dengan Kabupaten Kediri. Tol ini bertujuan mendukung Bandara Dhoho Kediri yang saat ini sedang dibangun. “Setelah pembayaran di Kabupaten Kediri, kami akan melanjutkan pembayaran ganti untung ke Desa Kedungsuko, Kecamatan Sukomoro,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah