Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Kampung Sengkuni Punya Dua Mata Air

Iqbal Syahroni • Rabu, 4 Oktober 2023 | 20:22 WIB

Photo
Photo

Tinggal di kawasan pegunungan, Kampung Sengkuni berada ketinggian sekitar 725 meter di atas permukaan laut. Meski berada di tempat yang terbilang tinggi, kampung berpenghuni 18 kepala keluarga itu memiliki kekayaan sumber mata air di Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan.

Banyaknya sumber mata air dari Gunung Wilis itu sangat bermanfaat bagi Kampung Sengkuni. Untuk kegiatan bertani, warga menjadikan limpahan air itu sebagai irigasi yang mengalir ke sawah-sawah warga. 

Aliran dari sumber mata air itu tidak disalurkan lewat pipa. Warga membiarkannya mengalir di atas tanah. “Kalau masalah pengairan, kami di sini (Kampung Sengkuni, Red) tidak pernah habis,” ujar Ketua RT02/RW02 Kampung Sengkuni Parlan.

Parlan menjelaskan, air yang mengalir di kampungnya ber­ada di turunan lereng di bawah pemukiman warga. Alirannya melingkari Kampung Sengkuni. Bahkan, saking besarnya potensi air di kampung tersebut aliran airnya dimanfaatkan warga di luar kampung. “Air yang mengalir dari kampung kami ini dimanfaatkan juga untuk bertani,” aku Parlan. Melimpah­nya air di kampung tersebut menjadi salah satu faktor masya­rakat di sana lebih memilih bekerja sebagai petani saja. 

Baca Juga: DPRD dan Pemkab Komitmen Sejahterakan Warga Kota Angin

Bagi warga Kampung Sengkuni, hasil pertanian sudah cukup untuk bertahan hidup. Aktivitas sebagai petani itu sudah turun temurun nenek moyangnya dulu. “Pernah ada survey dari Pemkab Nganjuk, mata air tidak hanya di kampung kami tetapi juga tersebar di Desa Bendolo,” lanjut bapak tiga anak itu. 

Bagi Parlan dan warga kampung, melimpahnya mata air di kampungnya adalah  berkah. Desa yang terletak paling ujung barat lereng Gunung Wilis itu kerap dijadikan tempat bagi warga yang membutuhkan sumber mata air untuk pertanian. 

Seperti yang dilakukan Suwanto dan Dawun, mereka mencari mata air ke dalam hutan lewat Kampung Sengkuni. “Nyari mata air untuk mengairi sawah,” ungkap Suwanto diamini Dawun. Mereka mengatakan, jika tanamannya sedang membutuhkan air banyak.

Untuk diketahui, sejak dahulu, mata air yang ada di Kampung Sengkuni dijaga dan dirawat kemurniannya. Kekayaan alam yang mereka miliki itu tidak pernah dikomersilkan. Mereka selalu memanfaatkannya untuk kebutuhan sendiri.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kampung #jelajah #Sengkuni #desa unik